9 Kali Gugur Seleksi Calon Prajurit, Pria Buton Kembali Ingin Wujudkan Mimpinya di Makassar

Kendari, LenteraEsai.id – ‘Tak kenal menyerah’. Sebuah kalimat yang pantas disematkan untuk Bayu Rahmat (20), pemuda asal Desa Wambuloli, Kecamatan Mawasangka Timur, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Betapa tidak, setelah sebanyak 9 kali gugur alias tidak lolos dalam mengikuti proses penyaringan menjadi anggota TNI, tak juga mengecilkan niat Bayu Rahman untuk kembali mengulangi ‘pertarungan’ serupa.

Bacaan Lainnya

Akhirnya, berkat gegigihannya, pada kesertaannya yang ke-10, pria lajang tersebut lolos seleksi di tingkat awal, untuk kemudian akan mengikuti tahap berikutnya di Makassar, Sulawesi Selatan. Tentu dengan harapan yang kuat bisa lolos menjadi prajurit TNI Angkatan Darat (AD).

Plh Kapenrem 143/HO Letda Inf Rusmin Ismail dalam siaran tertulisnya di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Minggu (4/4/2021), membenarkan bahwa Bayu Rahmat telah lolos pada seleksi awal untuk selanjutnya akan mengikuti seleksi di tingkat pusat di Makassar.

“Bayu Rahmat adalah salah satu contoh generasi muda yang patut diacungi jempol dalam menggapai cita-citanya,” ujar Letda Rusmin, memuji.

Bayu Rahmat lolos seleksi ke tingkat panitia pusat bersama 141 orang pendaftar calon tamtama (Cata) PK Gelombang I Sub Panda Kendari, Korem 143/HO tahun 2021, setelah menjalani rangkaian kegiatan seleksi yang cukup ketat.

“Putra pasangan dari Bapak La Uli (48) dan Ibu Hamsia (46) ini telah mengikuti 10 kali seleksi untuk dapat menjadi anggota TNI,” kata Letda Rusmin.

Dari proses penjaringan yang pernah diikuti sebanyak itu, 4 kali di antaranya seleksi TNI AL dan 6 kali seleksi TNI AD. “Tak lolos 9 kali, tak membuat semangatnya kendor,” ucapnya, menandaskan.

Lebih lanjut Rusmin mengungkapkan, Bayu Rahmat kini tinggal bersama sang nenek yang berdomisili di Buton Tengah. Sementara kedua orang tuanya berada di Banggai Kepulauan untuk mencari nafkah sebagai seorang nelayan dan penjual gorengan.

“Setelah menjalani berbagai rangkaian seleksi di Sub Panda Kendari, kini saatnya dia akan berjuang menyambung mimpinya di tingkat Panitia Pusat untuk bisa lolos menjadi prajurit TNI,” katanya, menjelaskan.

Sementara itu, menurut Bayu Rahmat, keinginannya untuk menjadi seorang TNI merupakan cita-cita dan impiannya dari kecil.

“Menjadi prajurit TNI adalah impian dan cita-cita saya sejak kecil. Untuk itu, saya tak mau berhenti sebelum impian saya tercapai,” kata Bayu Rahmat, penuh semangat.

Ia mengaku sejak lulus SMA terus mengejar cita-cita menjadi seorang prajurit, dan kali ini adalah yang kesepuluh kalinya mengikuti seleksi penerimaan calon anggota TNI.

“Sejak tahun 2019 saya sudah ikuti seleksi menjadi TNI dan ini kesempatan kesepuluh kalinya saya mendaftar, baik di TNI AD maupun TNI AL,” ucapnya, menuturkan.

“Dan tahun ini merupakan kesempatan pertama bagi saya berjuang mewujudkan mimpi saya di Makassar, dan saya pasti bisa,” cetus Bayu Rahmat, berapi-api.

Ny Hamsia, ibu kandung Bayu Rahmat saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, membenarkan apa yang dikatakan anaknya. “Apa yang dia lakukan sampai saat ini, merupakan cita-citanya sejak kecil, dan impiannya untuk membahagiakan orang tuanya,” katanya.

“Kami dari sini hanya mendukung dan mendoakan, semoga apa yang dia cita-citakan, yakni untuk mengabdi kepada bangsa dan negara bisa tercapai,” ujar Ny Hamsia, penuh harap.  (LE-KD)

Pos terkait