BadungHeadlines

Sudarpa Bantah Lakukan Money Politic Dalam Merebut Kursi Perbekel Desa Taman Badung

Badung, LenteraEsai – I Gusti Made Sudarpa, calon Perbekel (incumbent)  Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung nomor urut 5 yang kemudian dinyatakan unggul sebagai pemenang dalam pemilihan perbekel (pilkel) yang baru lalu, posisinya dinilai belum tergolong aman.

Walaupun Sudarpa mengantongi suara tertinggi dalam pemilihan perbekel (pilkel) serentak 2021 yang pencoblosannya berlangsung Minggu, 7 Februari 2021, namun dinilai belum aman, lantaran rivalnya I Gede Sedana Yoga, calon nomor urut 3, melakukan gugatan ke panitia penyelenggara dan Dinas PMD Badung. Surat gugatan telah dilayangkan pada Rabu, 10 Februari 2021 lalu.

Ketika disambangi LenteraEsai (LE) di kediamannya di Banjar Tebajero, Desa Taman, Sudarpa siang itu sedang mengurung diri di rumah gedong (Bale Daja) yang megah dan gemerlap ukiran yang dicat warna kemasan (prada). LE disapa istrinya yang tengah menyetrika pakaian, ditemani dua anaknya yang sudah gadis dan anak-anak pria yang lain.

Saat ditanya suaminya, Ibu Jero, panggilan wanita yang juga anggota BPD Taman itu mengatakan lagi nonton TV di ruangan gedong. Tidak lama kemudian, I Gusti Sudarpa muncul dari gedong, mengenakan kaos merah dan kemben (kain). Kemudian mempersilakan LE duduk di lantai Bale Delod yang beralas karpet.

Kesan pertama, Sudarpa tampak tenang dan bugar. Tidak ada kesan kelelahan dan pucat di wajah, seperti yang tampak pada calon perbekel yang ikut pilkel lainnya. Karuan saja pria bertubuh gempal ini tenang bahkan tampil happy, karena ia berhasil mempertahan kuri Perbekel Taman. Walau dia dikeroyok 4 orang penantang, namun tetap berhasil mengungguli ‘pertarungan’.

Salah seorang penantangnya itu, adalah pria yang masih berstatus sebagai Kelian/Kepala Dusun Pegongan, I Gede Sedana Yoga, yang notabene bekas bawahan Sudarpa.

Sedana Yoga, cakel Desa Taman, menjadi rival terberat Sudarpa dalam merebut kembali kuri Perbekel Taman. Bagaimana tidak, kantong-kantong suara Sudarpa digasak, hingga perolehan suaranya terjun bebas. Yakni hanya mengumpulkan 1.520 suara dari 15 tempat pemungutan suara (TPS). Jumlah itu hanya setengahnya, dibanding perolehan suara Sudarpa pada pilkel Taman enam tahun lalu. “Waktu itu saya mendapat 3.000 lebih suara. Sekarang ini walau unggul, perolehan suara jauh menurun,” kata Sudarpa.

Disinggung calon nomor urut 5 melakukan gugatan, kata Sudarpa, itu hak yang bersangkutan. Gugatan ditujukan ke panitia, bukan ke calon.

Ditanya tentang adanya dugaan Sudarta menang karena melakukan politik uang (money politick), dan akan memecat kelian-kelian yang tidak loyal, setelah berkuasa nanti ?. Sudarpa, sama sekali tidak kaget dengan kedua informasi itu. Bahkan ia dan istrinya mengaku mendengar tudingan politik uang tersebut. Angkanya Rp 300 ribu/pemilih.

Tetapi, ia membantah tegas telah melakukan politik uang dalam pilkel seperti yang diisukan. “Kalau saya punya uang miliaran rupiah atau Rp 500 juta ke atas, saya tidak akan ikut pilkel. Cukup depositokan saja, bunga tiap bulan lumayan. Cukup untuk hidup,” kata Sudarpa dengan nada suara sedikit meninggi.

Mengenai isu setelah resmi jadi perbekel masa bhakti 2021-2027, akan memecat kelian dan staf tidak loyal, itu juga dibantah. Sudarpa mengatakan, dirinya tidak akan melakukan tindakan aneh-aneh. Kecuali ada staf yang melakukan kesalahan serius atau fatal. Itu pun ia pasti berkoordinasi dengan pemerintah atasan, tidak sewenang -wenang.

“Saya tidak akan sembarang melakukan tindakan pemecatan. Mereka juga memiliki keluarga. Kalau sampai kehilangan kerja, bagaimana keluarganya,” ujar Sudarpa, menandaskan. (LE/Ima)

Lenteraesai.id