Pesta Arak Berujung Tarung, Korban Tewas Dipentung di Buleleng

Pelaku Lempog saat diamankan anggota Reskrim Polsek Banjar

Singaraja, LenteraEsai.id – Kadek Sutarjana (48), warga Banjar Munduk, Desa/Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng yang menggelar ‘pesta’ minuman keras jenis arak di rumahnya, jatuh terkapar dan sekarat kemudian tewas setelah dipentung menggunakan sepotong kayu oleh salah seorang peserta ‘pesta’.

‘Pesta’ arak yang diikuti sejumlah orang dibarengi dengan aksi joged-joged sembari melantunkan lagu-lagu lewat perangkat karaoke, tiba-tiba berujung pertarungan hingga salah seorang dari mereka bernama Ida Kade Suarsana alias Ida Lempog (39) naik pitam, kemudian menghamtam bagian kepala dan wajah Sutarjana dengan sepotong kayu hingga tewas.

Bacaan Lainnya

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Banjar Kompol Made Agus Dwi Wirawan SH MH ketika dihubungi membenarkan adanya peristiwa pemukulan yang telah menelan korban jiwa di Banjar Munduk, Desa dan Kecamatan Banjar.

Pelaku pemukulan yang adalah penduduk asal Griya Grasak, Banjar Jajanan, Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, telah diamankan petugas untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut, ucapnya.

Mengenai kronologi kejadian, Kapolsek Dwi menyebutkan berawal dari korban Sutarjana yang mengumpulkan sejumlah temannya termasuk pelaku Ida Lempog untuk berpesta arak di rumahnya Banjar Munduk.

Tak hanya minum-minum, namun korban, pelaku dan beberapa yang lainnya itu, juga bernyanyi-nyanyi karaokean sambil berjoged-joged sehubungam sebagian sudah pada mabuk.

Tanpa diketahui penyebabnya, terjadi kesalahpahaman antara korban dan pelaku hingga timbul cekcok mulut yang berujung saling baku hantam. Di tengah pergumulan sengit itu, Ida Lempog mengambil sepotong kayu kemudian menghamtamkannya ke bagian kepala dan wajah Sutarjana hingga korban rebah terkapar berlumur darah dan meninggal dunia di tempat kejadian.

“Kejadiannya sekitar pukul 14.00 Wita. Korban Sutarjana dipukul pakai kayu oleh pelaku Ida Lempog hingga korban ambruk dengan kondisi luka cukup parah di bagian kepala dan wajah,” ujar Kapolsek Dwi, menjelaskan.

Melihat itu, pelaku langsung kabur meninggalkan korban dalam kondisi tergeletak dan sekarat di TKP yang adalah bagian halaman rumah korban.

“Ya, korban meninggal dunia di TKP, sementara pelaku sudah berhasil kami amankan. Kami ringkus pelaku di rumah kakaknya di Bubunan,” kata Kapolsek Dwi ketika dihubungi melalui telepon seluler, Senin (8/2) malam.

Kapolsek Dwi menyebut, korban mengalami luka robek pada bagian wajah dan kepala. “Luka robek pada dahi, kepala belakang, dan juga beberapa gigi korban rontok,” ujarnya.

Jenazah korban saat ini sudah dikirim ke RSUD Buleleng di Singaraja untuk mendapatkan visum dokter mengenai sebab-sebab kematiannya.

Ditanya apakah pelakunya seorang diri sehubungan ‘pesta’ arak diikuti sejumlah orang, Kapolsek Dwi menjawab, kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas ini masih dalam upaya penyelidikan lebih lanjut.

“Kami masih kembangkan dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan hasil interogasi pelaku. Sementara, baru ada 2 saksi dimintai keterangan. Barang bukti yang kami amankan berupa potongan kayu sepanjang 50 centimeter. Nanti, pasti kami informasikan lagi terkait hasil pengembangan itu, mohon bersabar,” katanya, menandaskan.  (LE-SAA)

Pos terkait