HeadlinesJakarta

Sibuk Dagang Sabun, Dua WNA Diusir Dari Bali

Denpasar, LenteraEsai.id – Siarhei Bautrukevich (33) dan Volha Kobets (30), sepasang suami istri berkebangsaan Balarusia yang sibuk berdagang sabun di Bali, diusir dari pulau tersebut karena dianggap telah melanggar ketentuan keimigrasian.

Dengan penawarkan sabun dan produk natural lainnya seperti shampo, tooth powder dan bahan-bahan kecantikan, barang dagangan kedua WNA tersebut tergolong cukup laris di kalangan pembeli.

Namun demikian, petugas yang kemudian mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya dua warga negara asing (WNA) yang berdagang sabun dan lain-lain di Bali, langsung turun melakukan penyelidikan dan pengamanan.

Dari hasil penyelidikan pihak Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Provinsi Bali, diketahui bahwa suami istri tersebut terbukti telah melanggar ketentuan keimigrasian, yakni menyalahgunakan izin kunjungan dengan berniaga selama berada di Bali.

“Kedua WNA asal Belarusia itu terindikasi telah memproduksi, mempromosikan serta memasarkan produk-produk natural seperti sabun, shampo dan tooth powder di sekitar Amed, Kabupaten Karangasem,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumkam Bali, Jamaruli Manihuruk, kepada wartawan di Denpasar, Rabu (27/1) siang.

Siarhei Bautrukevich, pemegang pasport bernomor KH2372186 dengan masa berlaku sampai 14 Maret 2024, dan Volha Kobets dengan pasport bernomor HB3005335 dengan masa berlaku sampai 7 Desember 2026, masing-masing memiliki Izin Tinggal Kunjungan di Indonesia yang berlaku sampai tanggal 31 Januari 2021.

Atas perbuatan mereka selama di Bali, kata Kakanwil Jamaluri Manuhuruk, Siarhei Bautrukevich dan Volha Kobets, dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa Pendeportasian, karena telah melakukan perbuatan pelanggaran keimigrasian sesuai dengan Pasal 75 ayat (1) Undang Undang No.6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Pasangan suami istri beserta kedua anaknya masing-masing berusia 4 dan 1 tahun, diusir dari Bali dan dikembalikan ke negara asalnya Balarusia atau Republic of Belarus, ucapnya.

Kakanwil Jamaluri mengungkapkan, pada Selasa malam, 26 Januari 2021 pukul 21.40 WIB, telah dilakukan pengawasan keberangkatan dan pendeportasian terhadap 2 warga negara Belarusia itu oleh tim Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dengan penerbangan Turkish Airlines TK-57 (Jakarta-Istanbul) dengan tujuan akhir Minsk, Belarusia.

“Pelaksanaan pengawasan keberangkatan terhadap yang bersangkutan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” kata Kakanwil Jamaluri sembari menambahkan, dengan adanya tindakan administratif keimigrasian ini dapat dijadikan sebagai bentuk nyata penegakan hukum keimigrasian di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja.  (LE-JK)

Lenteraesai.id