Banjir Rendam Pemukiman Warga di Delapan Desa Kabupaten Konawe Utara

Jakarta, LenteraEsai.id- Hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu banjir yang merendam delapan desa di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Ketinggian muka air antara 70 hingga 80 centimeter di kawasan pemukiman warga.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusdalops BNPB di Jakarta per Sabtu (11/7) siang  pukul 12.30 Wita, tercatat delapan desa di 5 kecamatan  Konawe Utara yang kini terendam banjir tersebut.

Bacaan Lainnya

Wilayah desa terdampak meliputi Desa Labungga dan Laronangga di Kecamatan Andowia, Desa Puuwanggudu dan Alawanggudu di Kecamatan Asera, Desa Polora Indah di Kecamatan Langgikima, Desa Tambakua di Kecamatan Landawe, serta Desa Pondoa dan Padalere Utama di Kecamatan Wiwirano.

Selain merendam pemukiman penduduk di wilayah desa, banjir juga telah menyebabkan akses jalan antardesa terputus. 

Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Konawe Utaram tampak telah tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi serta kaji cepat. Di samping itu, mereka juga melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penanganan banjir.

Melihat analisis dari InaRISK, wilayah Kabupaten Konawe Utara memiliki potensi bahaya kategori sedang hingga tinggi untuk bencana banjir. Luas bahaya akibat banjir mencakup lebih dari 19 ribu hektare di 10 kecamatan. Sedangkan dari sisi risiko, sekitar 12.829 jiwa terpapar potensi banjir di 10 kecamatan tersebut. 

Sementara itu, melihat prakiraan hujan sejak 11 Juli hingga 1 Agustus 2020, wilayah Konawe Utara masih berpotensi hujan tinggi. Melihat prakiraan ini, masyarakat diimbau untuk terus waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor dan banjir bandang.

Hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama bisa menjadi salah satu indikator dalam menyikapi kesiapsiagaan masyarakat di daerah tersebut, ujar petugas pada BPBD Konawe Utara.  (LE-JK)

Pos terkait