Ketua Umum Puri Andul Sinergi dalam Pembangunan Pura Pucak Luhur Berangbang Agung Jembrana

Penyerahan bantuan ke Pura Kahyangan Jagat Puncak Luhur Berangbang Agung, terletak di Banjar MundukTumpeng, Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana

Jembrana, LentereEsai.id – Pura Kahyangan Jagat Puncak Luhur Berangbang Agung yang berlokasi di Banjar Munduk Tumpeng, Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, sempat mengalami kerusakan akibat disambar petir.

Sambaran petir yang terjadi tahun lalu tepatnya pada 29 November 2019 itu, telah mengakibatkan terjadinya kerusakan beberapa pelinggih utama di Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berangbang Agung, termasuk meru tumpang 9 serta jaringan aliran listrik turut terbakar.

Bacaan Lainnya

Kendati demikian, hingga kini upaya perbaikan atau pembangunan kembali pelinggih dan sarana lain yang mengalami kerusakan cukup parah belum dapat dilakukan.

“Pembangunan meru tumpang 9 di Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berangbang Agung dan perbaikan lainnya sudah sangat urgen untuk dapat dilaksanakan. Masalahnya, kondisi bangunan meru yang sudah tidak stabil, dikwatirkan dapat membahayakan pemedek yang sedang bersembahyang,” kata Ketua Umum Puri Anduk, Agung Gempa, ketika dihubungi di Jembrana, Sabtu (27/6).

Meru yang menjulang tinggi dalam belasan meter itu, kondisinya kini sudah rapuh dan doyong setelah disambar petir. Untuk dapat tetap berdiri, meru harus ditopang dan dikekang menggunakan kawat baja guna  menahan geratan atau adanya tiupan angin yang cukup kencang.

Agung Gempa menyebutkan, pembangunan kembali meru tumpang 9 dan pelinggih lainnya, sebenarnya sudah direncanakan dengan baik oleh pengempon pura dengan perkiraan biaya kurang lebih Rp 270 juta.

Senada dengan Agung Gempa, Ketua Pengempon Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berangbang Agung, Wayan Mawa, mengatakan bahwa pembangunan kembali meru dan pelinggih lain nantinya akan memanfaatkan batu Karangasem sebagai bahan utamanya.

“Kita prihatin dan berupaya bersama seluruh pengempon, krama, desa adat, Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Provinsi Bali, donatur dan semua pihak, bergandengan tangan bahu-membahu untuk bisa mewujudkan pembangunan kembali pura secara bertahap,” ucap Wayan Mawa.

Salah seorang donatur, I Gusti Agung Ngurah Diputra SE MSi, tercatat telah menyerahkan bantuan ke pantia pembangunan pura, katanya, menjelaskan.

“Kami menyadari bahwa semua pihak kini masih berkonsentrasi masalah pandemi Covid-19, namun mari ‘ngiring’ di tengah situasi dan suasana virus niki kita terus berupaya bersama bahu-membahu untuk bisa mewujudkan pembangunan niki secara bertahap, Dumogi Ida Hyang Widhi mapaica kerahayuan jagat sedagingnyane, gering ageng Covid 19 mewali tur lebur nuju genah soang-soang,” ujar Agung Gempa, menambahkan.

Pria yang kesehariannya mengelola perusahan media grup dan industri yang bergerak bidang teknologi informasi kretif digital di Renon Denpasar itu mengharapkan semua pihak dapat ambil bagian dalam upaya pembangunan kembali pura khayangan jagat tersebut.

Sebagai bentuk empati, Keluarga Besar Puri Andul saat pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan berakhirnya, berkesempatan menyerahkan sedikit bantuan kepada pemangku dan panitia Dana Gotong Royong untuk pembangunan Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berangbang Agung tersebut,

“Sinampura sampunan cingak akeh nyane, unteng manah subakti sinareng sami. Jangan lihat seberapa besar yang kami haturkan, paling tidak bisa sedikit meringankan beban pemangku di masa sulit sekarang ini dan bersama gotong-royong mewujudkan pembangunan meru yang kena musibah. Ini akan kami lanjutkan terus, tidak berhenti sampai di sini,” ujar Agung Gempa yang  didampingi Drs Anak Agung Putu Radnyana MPd, I Gusti Agung Ngurah Diputra SE MSi (Pengelingsir, tokoh Puri Andul) I Gusti Agung Ngurah Mertayasa (perwakilan mangku saren), Gusti Agung Komang Suartama (sekretaris) dan I Gusti Agung Putu Kiranayasa (baga pawongan).

Koordinator Penglingsir Puri Andul I Gusti Agung Ketut Oka Yudhiyasa dihubungi lewat telpon menyampaikan, “Suksma dahat sinareng sami ngiring terus tincapang subakti ring leluhur. Dumogi Ida Hyang Widhi mapaica kerahayuan.”

Berkaitan dengan mewabahnya Covid-19, Keluarga Besar Puri Andul telah membentuk gugus tugas kecil guna membantu keluarga dalam bentuk masker, sembako dan sedikit uang tunai berfokus kepada semeton yang terdampak Covid-19 seperti semeton lingsir, lansia, pemangku, semeton yang terkena PHK dan lainnya. Gugus tugas tersebut saat ini sedang berjalan dinahkodai oleh I Gusti Agung Putu Eka Priya Santosa (Agung Cok) dibantu yowana puri.

Pembentukan gugus tugas kecil juga sebagai upaya sinergi dengan pemerintah dan semua pihak sesuai dengan arahan Gubernur Bali Wayan Koster yang sangat konsen siang malam dalam penanganan dan upaya pemulihan dampak pandemi Covid-19 di Bali, serta Bupati Jembrana Putu Artha, yang pada pokoknya miminta semua pihak bersinergi bahu-membahu gotong royong dalam mencegah dan menanggulangi dampak pandemi Covid-19.

Probekel Desa Berangbang I Gusti Putu Surapradnya menambahkan, seluruh aparatur desa, desa adat, Satuan Gugus Tugas Gotong Royong di Desa Berangbang, kini bersinergi dengan pemerintah daerah untuk fokus dan konsentrasi melakukan langkah-langkah strategis dalam penanganan percepatan pencegahan penanggulangan pandemi Covid-19.

Sosialisasi terus digenjarkan, penanganan bantuan sosial baik dari desa, desa adat, provinsi, pemerintah pusat, donator, dan dari semua pihak terus dioptimalkan bertahap untuk dapat meringankan beban warga terdampak pandemi Covid-19 ini, dan semoga pandemi ini segera berakhir, katanya.  (LE-JB)

Pos terkait