Gianyar, LenteraEsai.id – Nasib malang karena senantiasa didera kesakitan dialami bocah berusia 4 tahun bernama Ni Wayan Diah Praba Ulandari. Bocah yang akrab dipanggil Wayan Diah ini, adalah buah hati pasangan I Komang Mardiawan dan Ni Wayan Wulan.
Sejak terlahir empat tahun silam, kondisi Wayan Diah sudah tidak normal. Bagian kepalanya terus membesar laksana sebuah balon yang ditiup secara perlahan.
“Wayan Diah terlahir dengan operasi caesar. Kasihan, sejak kecil ia hanya bisa berbaring di tempat tidur, karena kepalanya terus membesar,” ujar Komang Mardiawan, yang tinggal di Banjar Bucuan, Desa Negara Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.
Dia melanjutkan, Wayan Diah pernah menjalani operasi kepala di RSUP Sanglah Denpasar menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Setelah operasi, dilanjutkan terapi yang harus dilakukan seminggu sekali.
Namun dalam upaya melakukan terapi, sering terkendala masalah biaya dan waktu. Karenanya, kontinyuitas terapi sering tidak bisa dilakukan.
“Kami sebagai orang tua, juga sulit untuk mengatur waktu. Saya satu-satunya tulang punggung keluarga, hanya jadi buruh di bengkel. Sebagai buruh, tentu tidak boleh terlalu sering minta izin dari kerja, sehingga waktu terapi sering ‘bolong’,” katanya.
Sementara ibunya selain mengurus Wayan Diah, juga mengasuh anak kedua yang baru berumur 6 bulan. “Semuanya serba repot,” ujar Komang Mardiawan dengan sorot mata menerawang jauh.
Terlebih di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini, Komang Mardiawan mengaku pendapatannya dari seorang buruh di bengkel semakin tidak menentu.
“Boro-boro untuk keperluan terapi anak, kadang untuk kebutuhan makan sehari-hari pun masih harus ‘koreh sana koreh sini’,” ucapnya dengan aksen suara terbata-bata.
Sehubungan dengan itu, ia berharap ada donatur yang dapat mengulurkan bantuan sembako, supaya keluarganya tidak terus-menerus dilanda kekhawatiran untuk kelanjutan hidup sehari-hari.
“Kami juga berharap ada bantuan untuk upaya penyembuhan anak kami. Kasihan, dia sering menangis dan merintih,” ujar Komang Mardiawan dengan kedua pelupuk matanya yang tampak berkaca-kaca. (LE-GA)







