Niluh Djelantik Tolak 600 Eks WNI Anggota ISIS Dipulangkan, Ini Alasannya

Niluh Djelantik

Denpasar, LenteraEsai.id – Wacana pemulangan sebanyak 600 orang eks WNI anggota Islamic State Irak and Suriah (ISIS) ke Tanah Air, memicu pro dan kontra di masyarakat. Sebelumnya, melalui laman Instagramnya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa dirinya menolak pemulangan 600 WNI eks ISIS tersebut.

Polemik ini menyusul mendapat perhatian dari pemerhati sosial, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Niluh Djelantik. Melalui laman media sosialnya, Niluh Djelantik pada Sabtu (8/2/2020) malam menyatakan dirinya menolak eks WNI anggota ISIS dipulangkan ke Indonesia. Apapun alasannya.

Bacaan Lainnya

“Karena 270 juta nyawa warga di Indonesia tak pantas untuk dipermainkan demi alasan hak asasi manusia untuk 600 orang yang telah jelas-jelas mengkhianati tanah kelahirannya. Bukan hanya Bali menjadi korbannya, juga Surabaya, Jakarta, Samarinda, dan masih banyak lagi,” ujar Niluh Djelantik.

Ia menambahkan, sebaiknya pemerintah mengurus ratusan juta rakyat yang sudah jelas-jelas lahir, hidup dan nantinya matipun di negeri ini. “Bukannya malah rempong ngebahas bahkan sampai bikin ratas demi anggota ISIS eks WNI itu. Perjuangkan juga hak-hak mereka yang selama ini mau beribadah atas keyakinan mereka, tapi dipersulit sedemikian rupa,” tegasnya.

Seraya mengajak ‘flashback’ tragedi kemanusiaan yang beberapa tahun silam meluluhlantakkan Kuta dan pariwisata Pulau Dewata akibat meledaknya bom Bali, Niluh Djelantik mengatakan bahwa pulau ini pernah berduka.

“Stigma bahwa Bali adalah pulau maksiat membuat segelintir manusia tak bertanggung jawab merasa berhak memutuskan bahwa kami harus ‘dibersihkan’. Dan stigma itu kembali menguak ke permukaan, diucapkan oleh anak sebangsa yang kemungkinan besar tak mengenal kami namun mencap seisi pulau kami sebagai sarang pelacuran. Aku tak akan membiarkan tanah kelahiranku kembali menjadi sasaran kekejian kalian, menjadi olok-olok dengan cemoohan dengan pemikiran picik kalian yang akhirnya mengundang mereka yang tak paham kemudian membenarkan. Aku akan terus bersuara walau langit runtuh,” ujar Niluh Djelantik berapi-api. (LE-BD)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *