Jakarta, LenteraEsai.id – Dr Ir KH Sholahuddin Wahid alias Gus Sholah, pengasuh Pondok Pesantren Tibubeneng Jombang, Jawa Timur, meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta, Minggu (2/2) malam sekitar pukul 20.55 WIB.
Adik kandung Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu, meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama beberapa hari di rumah sakit tersebut akibat penyakit jantung yang dideritanya, kata Irfan Sya’ari Sudirman Wahid, putra kandung Gus Sholah, di Jakarta pada Minggu malam.
Berdasarkan saran dokter, Gus Sholah yang mengalami ganguan pada ritme jantungnya, harus menjalani operasi ablasi atau pemasangan kateter. Setelah menjalami operasi, kondisinya sempat membaik dan diizinkan pulang, namun beberapa hari lalu lagi-lagi harus dibawa ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya kembali menurun.
“Kondisi ayah semakin drop pada hari Jumat (31/1) lalu,” ujar Irfan dengan menambahkan bahwa Gus Sholah meninggal dunia pada usia 78 tahun.
Gus Sholah selain sebagai tokoh yang mengasuh Pondok Pesantren Tobubeneng peninggalan leluhurnya, juga seorang pemikir dan politikus. Namanya menjadi semakin mencuat setelah mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden berpasangan dengan Jenderal (pur) Wiranto pada Pilpres 2004. Namun gagal pasangan ini hanya bisa meraup 22,15 suara.
Di samping itu, Gus Sholah juga sempat menduduki kursi sebagai anggota MPR pascareformasi bergulir, serta Wakil Ketua Komnas HAM yang berkantor di Jakarta.
Sepeninggal Gus Sholah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) dalam suratnya yang ditandatangani Ketua Umum Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA dan Sekjen Dr Ir H A Helmy Fashal Zaini, menyampaikan duka cita yang mendalam serta menginstrusikan kepada seluruh pengurus wilayah, cabang, lembaga, badan otonomi NU dan pondok pesantren di semua tingkatan, menyelenggarakan sholat ghoib, pembacaan Yasin dan tahlil untul almarhum. (LE-JK)







