Denpasar, LenteraEsai.id – Pelaksanaan Kongres ke-10 Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) pada hari kedua, Rabu (7/12) dihadiri Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara, Rektor Universitas Udayana Prof Dr Ir I Nyoman Gde Antara MEng IPU, Ketua DPN AFEBI periode 2020-2022 Prof Dr Suharnomo SE MSi, Pengurus DPN AFEBI periode 2020-2022, dan Gubernur Bali yang pada kesempatan ini diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi.
Selain itu hadir pula para narasumber berasal dari kalangan akademisi dan swasta, Dewan Eksekutif LAMEMBA. Ketua ISEI Wilayah Bali, Ketua Wilayah IAI Bali, para pimpinan Universita Udayana, para Koordinator Program Studi dan Koordinator Unit, para Ketua Lembaga Mahasiswa di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana serta delegasi dari 78 universitas anggota AFEBI, bertempat di Ballroom Prime Plaza Sanur Denpasar, Bali.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Agoes Ganesha Rahyuda SE MT PhD selaku tuan rumah Kongres ke-10 AFEBI, dalam laporannya menyampaikan informasi tentang jumlah peserta Kongres ke-10 AFEBI, yakni sebanyak 387 peserta, 70 FE, FEB dan FEBI kususnya dari perguruan tinggi negeri seluruh Indonesia, 79 anggota AFEBI, 65 Dekan FEB seluruh Indonesia. Selain itu, dalam laporannya juga disampaikan, untuk pertama kalinya dalam Kongres AFEBI pemilihan DPN AFEBI dilakukan secara digital.
Ketua DPN AFEBI periode 2020-2022, Prof Dr Suharnomo SE MSi menyampaikan AFEBI merespon adanya digitalisasi dan diharapkan untuk terus berlanjut. Hal yang terkait dengan tracer study dan digitalisasi dapat dikembangkan dari program studi lama untuk terus di-upgrade. Banyak pilihan yang dapat ditentukan dalam bentuk manajerial sehingga diharapkan pengurus DPN AFEBI periode 2023-2025 tetap menjaga solidaritasnya.
Rektor Universitas Udayana, Prof Dr Ir I Nyoman Gde Antara MEng IPU dalam sambutannya mengharapkan tetap terjalin kerja sama dan strategi meningkatkan kapabilitas dalam tantangan global secara fleksibel yang merujuk kepada green economic, digitalisasi dan ekonomi berkelanjutan. Acara dibuka secarar resmi dengan memindai sidik jari dari Rektor Universitas Udayana, didampingi oleh Ketua DPN AFEBI periode 2020-2022 dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
Plenary session dimoderatori oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Dr Ni Made Asti Aksari SE MBus, dengan pembicara dari Dekan FEB UI, Teguh Dartanto PhD dan Direktur Masyarakat dan Perikanan Indonesia, Yasmine Simbolon dan dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan kepada pembicara.
Wakil Menteri Keuangan RI menyampaikan Keynote Speech bahwa pemerintah akan terus mencari imbangan yang pas antara kegiatan ekonomi dan kesehatan. Awal pandemi Covid-19 satu grafik yang paling dilihat adalah hubungan antara penularan dan mobilitas manusia. Kewaspadaan harus terus dijaga seiring proses pemulihan ekonomi berjalan dengan baik. Pembelajaran dari macroeconomics harus dimanage ketika seseorang tidak boleh melakukan mobilitas.
Menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, kegiatan ekonomi dengan kesehatan, karena ini bukan hanya masalah sosial melainkan masalah ekonomi. APBN menjadi the only player in town mendorong pemulihan ekonomi nasional untuk meningkatan pembelanjaan negara. Indonesia sudah mendevelop, transisi menuju ekonomi hijau untuk mengurangi kegiatan yang mengakibatkan emisi karbon. Sebuah mekanisme yang terkoordinasi dan terintegrasi dengan menggabungkan fasilitas de-risking yang diperlukan dengan pembiayaan yang dibutuhkan, ucapnya.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan kepada Wakil Menteri Keuangan dan sesi foto bersama dengan seluruh delegasi Kongres ke-10 AFEBI.
Sesi paralel session/Breakout Room Workshop 1 ‘Leader’s Talk-Narrowing The Gaps antara sekolah Unggul, Baik Sekali dan Baik’, terdiri dari 3 narasumber, yakni Prof Dr Dian Agustia SE MSi Ak CMA CA (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair), Dr Hawignyo (Dekan Fakultas Ekonomi Unsika), Muhamad Fajrin Rasyid (Direktur Digital Bisnis PT Telkom Indonesia (Persero Tbk).
Workshop 2 ‘Akreditasi pada Bidang EMBA’, dengan narasumber Prof Dr Ina Primiana SE MT (Ketua Dewan Eksekutif LAMEMBA). Workshop 3 ‘Akreditasi Internasional AACSB’ dengan narasumber Prof Dr Aurik Gustomo ST MT (Guru Besar Sekolah Bisnis Manajemen ITB), dan Prof Popy Rufaidah SE MBA PhD (Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC, periode Desember 2018-September 2022).
Beranjak ke acara penutupan dilakukan presentasi tuan rumah sidang pleno AFEBI 2023 oleh Dekan FEB Universitas Brawijaya, Abdul Ghofar SE MSi MAcc DBA Ak CA, presentasi tuan rumah Kongres AFEBI 2023 oleh Dekan FEB Universitas Yogyakarta Dr Siswanto MPd, kemudian dilanjutan dengan thanking Remarks oleh Dekan FEB Unud Agoes Ganesha Rahyuda SE MT PhD. Berikutnya sesi pengenalan 5 DPN AFEB 2023-2025, dan diakhiri dengan sambutan penutup oleh Ketua DPN AFEBI 2020-2022, Prof Dr Suharnomo SE MSi.
Penyerahan apresiasi dari Ketua DPN AFEBI dan Sekjen AFEBI 2020-2022 kepada Dekan FEB Unud, didampingi Ketua Panitia Kongres ke-10 AFEBI tahun 2022, Dr Made Dwi Setyadhi Mustika SE MSi.
Dilanjutkan dengan sertijab dari pengurus lama kepada pengurus DPN AFEBI 2023-2025, disaksikan oleh seluruh delegasi dan diakhiri dengan sesi foto bersama.
Diharapkan kegiatan Kongres ke-10 AFEBI ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi digitalisasi dan green economics untuk seluruh FE, FEB dan FEBI universitas negeri di seluruh Indonesia dengan mengedepankan prinsip tetap duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. (LE-DP)
Sumber: www.unud.ac.id







