Karangasem, LenteraEsai.id – Koloni lebah hutan atau yang akrab dikenal dengan sebutan nyawan dinding ai, kembali turun ‘meneror’ dan meresahkan warga di perkampungan penduduk Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur.
Kali ini, serangga yang sengatannya cukup membahayakan itu datang menyerang warga di Banjar Dinas Basangalas Kawan, Desa Tribuana, Kecamatan Abang. Tak hanya sekali, namun telah beberapa kali datang ‘menyerbu’ dalam satu hari ini, Kamis (8/12/2022).
Dinas Damkartan Karangasem mendapat laporan dari petugas Babinkamtibmas Desa Tri Buana yang mengungkapkan, koloni lebah yang menyerang kawasan pemukiman penduduk, sempat menyengat beberapa warga, salah satunya bernama I Gede Tapa (65).
Korban yang hendak mencari janur pada pohon kelapa, tiba-tiba diserang koloni lebah hutan dinding ai. Mendapat serangan itu, Gede Tapa berusaha menghindar dengan turun dari pohon dan berlari untuk maksud menyelamatkan diri ke dalam rumah yang jaraknya sekitar 10 meter dari pohon kelapa yang dia panjat.
Namun malang, lebah terus menyerbu sampai ke dalam rumah hingga pada akhirnya lebah tak hanya menyengat Gede Tapa, namun juga beberapa anggota keluarga yang sedang berada di dalam rumah.
“Terdapat 6 anggota keluarga yang ada di dalam rumah, termasuk seorang balita berumur 2 tahun. Namun tergolong mujur, koloni lebah hanya menyengat 2 orang saja, sedangkan yang lainnya selamat,” ujar petugas Babinkamtibmas Desa Tri Buana, Aipda I Made Mangku Yasa, sembari mengatakan korban yang tersengat telah dibawa ke puskesmas setempat untuk mendapatkam pengobatan.
Mendapat laporan itu, Kepala Dinas Damkartan Karangasem Nyoman Siki Ngurah langsung menurunkan pasukannya melaksanakan assesment ke lapangan untuk selanjutnya dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
“Info yang kami dapatkan, kawanan lebah tidak hanya menyerang warga, tetapi juga seekor burung merpati sampai mati. Ini sudah meresahkan. Pasukan kami sudah turun ke lapangan dengan APD lengkap, namun tidak berhasil menemukan di mana sarang lebah yang datang menyerbu ke perkampungan itu,” ucapnya.
Guna mencegah terjadinya kembali serangan yang sama, pasukan Damkartan Karangasem untuk sementara menghalau keberadaan koloni lebah tersebut dengan ‘mengumbar’ asap. “Yakni membuat api dengan membakar ban-ban bekas di beberapa titik lokasi sekeliling rumah korban, hingga lebah meninggalkan areal perkampungan,” ujar Siki Ngurah, menjelaskan. (LE-Ami)







