Denpasar, LenteraEsai.id – Pasien positif Covid-19 bertambah cukup tinggi mencapai 22 orang warga negara Indonesia (WNI) yang sebagian besar yakni 13 orang tertular melalui transmisi lokal, sisanya yang 9 adalah pekerja migran yang terinfeksi virus di luar negeri atau ‘imported case’.
“Adanya penambahan 22 orang positif hari ini, tercatat cukup tinggi dan tidak pernah terjadi sebelumnya. Dengan demikian, secara kumulatif jumlah kasus positif Covid-19 di Bali menjadi 215 orang,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra di Denpasar, Selasa (28/4) petang.
Dari kasus sebanyak itu, lanjut dia, dapat dirinci bahwa 8 orang di antaranya adalah WNA, dan 207 orang WNI. Sementara dari 207 WNI itu bisa dirinci lagi, yakni 133 orang di antaranya positif karena ‘imported case'(mayoritas pekerja migran Indonesia), 20 orang tertular di daerah luar Bali yang terjangkit, sedangkan 54 orang lainnya merupakan transmisi lokal.
Bila sekarang dihitung berdasarkan persentasenya, ketiga kategori tersebut adalah 65,58 % imported case, 9,30 % tertular virus dari suatu daerah di luar Bali yang terjangkit, dan yang tertular di Bali atau transmisi lokal sebesar 25,11 %. Ini artinya, sebagian besar kasus positif masih berupa imported case, ujar Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali.
Dikatakan, kasus transmisi lokal yang secara persentase berada di posisi kedua, harus menjadi perhatian bersama dari semua kalangan. “Pertambahan kasus positif yang hari ini (Selasa,28/4) mencapai 22 orang, 13 di antaranya terbukti transmisi lokal,” ucapnya.
Perlu diketahui, kata Sekda Dewa Indra, dari 13 orang tersebut, 8 di antaranya berasal dari satu banjar di Kabupaten Bangli, dan 4 lainnya dari satu lingkungan di Kabupaten Karangasem.
Penyebab utama dari kasus transmisi lokal yang baru ini, adalah mereka mendapatkan penularan setelah terjadi kontak dengan orang yang terlebih dahulu positif, yakni dengan PMI yang pulang dari negara lain yang diketahui melakukan karantina mandiri di rumahnya masing-masing. Menurut laporan, beberapa PMI tersebut sebelumnya tidak menunjukkan gejala.
“Karena jumlahnya yang besar, dan berada dalam satu banjar, satu lingkungan, maka saya langsung berkoordinasi dengan Bupati Bangli dan Bupati Karangasem. Saya langsung meminta untuk menjaga dengan baik, agar tidak ada lagi transmisi lokal di lokasi tersebut,” ujar Sekda Dewa Indra, menandaskan.
Ia menyebutkan, dari kasus yang terjadi di Bangli dan Karangasem, dapat diambil kesimpulan bahwa arahan-arahan Pemprov dan Gugus Tugas Provinsi Bali, oleh bupati/wali kota se-Bali pada tingkat implementasinya di lapangan, belum dijalankan secara penuh dan disiplin.
Meski jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case, namun untuk transmisi lokal kini telah mencapai 54 orang. “Ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya,” kata Sekda Dewa Indra, geram.
Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan terhadap virus ini, katanya, menegaskan. (LE-DP1)







