Badung, LenteraEsai.id – Dalam rangka menyambut Hari Menanam Pohon Nasional (HMPN), PT Tirta Investama-Pabrik Mambal (AQUA Mambal) melakukan aksi penanaman sebanyak 7.000 pohon berbagai jenis di Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali.
Penanaman pohon sebanyak itu dilakukan atas kerja sama AQUA Mambal dengan Pemerintahan Desa Bongkasa Pertiwi dan BUMDes Mandala Sari, dengan melibatkan semua elemen masyarakat adat, kelompok pemuda, Kelompok Kehati Pertiwi Lestari dan juga Kelompok Budidaya Madu Kela-kela ‘Sarining Trigona Pertiwi’.
Stakeholder Relation Manager AQUA Mambal, Nyoman Arsana, di Mambal, Kamis (2/12) menyampaikan, ribuan pohon yang ditanam itu terdiri atas 22 jenis pohon konservasi, tanaman upacara dan tanaman obat.
Di sela-sela kegiatan penanaman pohon juga diserahkan sembako dari Fiinannce Manager Ibnu Juartono kepada 100 orang lansia yang dikemas dalam paket berisi beras sehat ramah lingkungan hasil program dampingan pertanian di Desa Mambal, ucapnya.
Kegiatan menanam pohon yang difokuskan di wilayah Desa Bongkasa Pertiwi Kecamatan Abiansemal itu, tampak dihadiri oleh instansi pemerintah mulai dari tingkat desa hingga kabupaten dan provinsi, serta para pemuka adat, akademisi dan perwakilan dari sejumlah perusahaan.
Di lokasi kegiatan disediakan madu Kela-kela Bali hasil dampingan Program Desa Mandiri di Bongkasa Pertiwi. Yakni madu yang dikembangkan oleh Kelompok Budidaya Madu Kela-kela ‘Sarining Trigona Pertiwi’ di Desa Bongkasa Pertiwi.
Kelompok yang memiliki 22 anggota itu, saat ini membudidayakan 400 koloni lebah Kele-kele dengan menghasilkan antara 10-12 liter madu per bulan. Kela-kela menghasilkan madu dari 82 jenis tanaman pakan lebah yang ada di Taman Kehati.
Tanaman yang ditumbuhkan dijaga jumlah dan ragamnya untuk melestarikan indeks keragaman hayati. Tercatat ada beberapa spesies tanaman yang sudah mulai langka seperti Cempaka Kuning, Badung, Sentul dan Ceroring yang kini tumbuh di Taman Kehati.
Stakeholder Relation Manager AQUA Mambal, Nyoman Arsana mengatakan bahwa kesehatan atau kelestarian planet memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan masyarakat yang ada di dalamnya. “Kami mendampingi program yang ada di Bongkasa Pertiwi sejak tahun 2018 untuk bisa memberikan manfaat berimbang antara menjaga alam tetap lestari di daerah tangkapan air, seiring dengan manfaat ekonomi kepada masyarakatnya,” ujar Arsana.
Ia menyebutkan, pihaknya bergerak bersama Pemerintahan Desa Bongkasa Pertiwi dan BUMDes Mandala Sari dengan melibatkan kelompok-kelompok masyarakat yang ada. Aksi kolaboratif ini yang diharapkan meningkatkan kesadaran bersama pentingnya tanggung jawab menjaga bumi.
Perbekel Bongkasa Pertiwi I Made Suarjana menyatakan apresiasi atas kolaborasi yang sudah tebentuk. “Masyarakat secara bertahap mulai berkontribusi pada aktivitas pelestarian alam, dan ke depannya diharapkan dapat menunjang kunjungan wisatawan ke sini, sehingga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat,” kata Suarjana, mengharapkan. (LE-BD)







