Karangasem, LenteraEsai.id – Saat ini pendapatan Taman Soekasada Ujung Karangasem, Bali merosot tajam alias anjlok akibat pandemi Covid-19. Bahkan pihak pengelola taman terancam tidak mampu membayar premi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan puluhan karyawan yang dimiliki.
Kendati demikian, Ida Made Alit selaku pihak pengelola Taman Soekasada Ujung menegaskan tidak akan merumahkan satupun karyawannya, meski saat ini pendapatan sedang merosot tajam.
“Jika pendapatan terus merosot, bahkan sampai tidak ada pendapatan, kita tidak akan merumahkan karyawan, karena tempat ini merupakan cagar budaya yang harus terpelihara kelestarian dan kebersihannya,” kata Ida Made Alit saat dikonfirmasi, Kamis (22/7).
Hal ini dikarenakan, jika karyawan dirumahkan siapa yang akan memelihara kelestarian dan kebersihan lingkungan cagar budaya ini. Untuk itu, pihaknya akan melakukan kerja secara gotong royong setiap hari secara bergilir dengan sistem kerja dulu, tapi bayar gajinya belakangan jika ada pendapatan.
“Kebutuhan karyawan sangat banyak seperti makan, listrik, biaya untuk anak sekolah, belum lagi ada beberapa karyawan mempunyai pinjaman di bank atau pinjaman uang lain. Jadi kita tidak tega juga untuk merumahkan mereka,” ucap Ida Made Alit.
Ida Made Alit sangat berharap pintu pariwisata Bali dapat segera dibuka kembali seperti dulu sehingga geliat pariwisata bisa bangkit kembali seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.
“Masalah pandemi Covid-19 ini merupakan masalah kita bersama bukan hanya dibebankan kepada pemerintah saja tapi kita semua juga harus bertanggung jawab dengan meningkatkan disiplin protokol kesehatan dengan ketat,” ujar Ida Made Alit. (LE-Jun)







