Denpasar, LenteraEsai.id – Gempa bumi tektonik berkekuatan M=3,4 mengguncang wilayah Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali bagian utara pada Selasa siang, 29 Juni 2021 pukul 10:12:48 Wita.
Guncangan yang dirasakan cukup kuat itu membuat sejumlah warga yang tengah berada di warung dan di dalam rumah di daerah Seririt, Buleleng, lari berlamburan keluar ruangan.
Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa episenter gempa bumi berkekuatan M=3,4 itu terletak pada koordinat 8.19 LS dan 114.87 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 25 km barat daya Buleleng, pada kedalaman 10 km.
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar Agus Wahyu Rahardjo SP dalam siaran persnya yang diterima di Denpasar mengungkapkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas back-arc thrust.
Mengenai dampak gempa bumi, kata Agus, berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Buleleng sebesar II-III MMI, yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Sejauh ini tidak ada laporan yang menyebutkan telah terjadi kerusakan bangunan fisik akibat guncangan gempa tersebut. Sementara dari hasil monitoring BMKG, hingga pukul 11.54 Wita belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan, ucapnya, menjelaskan.
Kepada masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram chanel (https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. (LE-DP)







