Masa Pandemi, Interaksi Antarwarga Tergantikan Lewat Dunia Maya

Badung, LenteraEsai.id – Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung cukup lama, membuat interaksi fisik antarwarga semakin terbatas. Ruang interaksi telah terdesrupsi ke dunia maya. Walaupun saling berjauhan, namun masyarakat masih tetap bisa saling ‘berjabat’.

Seiring dengan itu, ide dan kreativitas harus tetap tumbuh menjelma menjadi usaha baru dalam memerankan hidup. Hal tersebut disampaikan Kadek Adnyana, ketua Departemen Pemuda Paiketan Krama Bali yang juga CEO Pasarbali.id, pada acara talkshow JCI Bali di Side Walk Mall Jimbaran, Kabupaten Badung pada Minggu (7/3/2021).

Bacaan Lainnya

Adnyana mengatakan, generasi muda harus bangkit mengawali era baru dengan gerakan digital merambah dunia internasional. Dalam keterbatasan interaksi fisik saat ini, generasi muda harus mulai memasarkan produk lokal Bali. “Banyak sekali potensi di sekitar kita yang bisa dimanfaatkan menjadi sumber penghasilan baru. Kita angkat produk lokal Bali untuk memperbaiki ekonomi dan bangkit kembali tanpa kehilangan jati diri,” ucapnya.

Menurut dia, tanah Bali sangat subur dan metaksu. Banyak komoditas bisa hidup dan diolah menjadi produk ekspor. Bahan pangan misalnya, bisa dibuatkan narasi sebagaimana di sektor pariwisata, dengan sentuhan hospitality, kemampuan bahasa Inggris dan keramahtamahan orang Bali serta branding Pulau Bali sudah memiliki nilai jual tinggi di dunia internasional. Ditambah lagi produk Bali memiliki nilai harmonis karena sejak pembibitan sampai panen, selalu disertai upacara adat sehingga setiap produk memiliki energi keharmonisan yang tinggi dan unik.

Adnyana menekankan, generasi muda Bali harus terus memupuk kejujuran dengan etos kerja yang tinggi dan sikap desiplin yang konsisten. Hal tersebut sangat diperlukan untuk membangun kepercayaan di dunia internasional sekaligus modal untuk menciptakan captive market dan membangun image yang semakin kuat.

Mental dan moral juga harus diperhatikan sejak dini, karena bisnis tujuan utamanya bukan memperkaya diri tetapi aktualisasi diri. Membangun usaha untuk kesejahteraan bersama sehingga harus mengedepankan kebahagiaan dan dapat memelihara adat dan budaya Bali serta tidak lupa dengan konsep menyame braya.

Nasib dan rejeki sudah diatur oleh Tuhan, tugas generasi muda adalah berusaha maksimal dengan persiapan yang terbaik. “Kita diberikan anugerah pikiran harus selalu diasah agar cerdas, kreatif dan inovatif. Apalagi Bali saat ini sedang krisis kepemimpinan. Orang tua kita sibuk dengan dunianya sendiri, sampai lupa me-regenerasi. Kondisi politik juga kurang mendukung, jadi generasi muda harus bisa mandiri. Berusaha keras melatih diri, mempersiapkan masa depan Bali untuk memperkuat NKRI dan Nusantara,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Adnyana juga menjelaskan detail peluang pasar dengan data empiris yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Di antaranya jumlah petani, UMKM yang belum maksimal dibandingkan dengan peluang pasar yang sangat tinggi prospeknya dewasa ini, ujarnya, menandaskan. (LE-BD)

Pos terkait