Catatan Perjalanan Tirta Yatra ke Sejumlah Pura di Jawa Timur (2)

Oleh: I Made Astra

SELEPAS persembahyangan di Pura Mandara Giri Semeru Agung di Sundoro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ketika itu, kami tidak langsung melanjutkan perjalanan. Melainkan beristirahat sejenak di Warung Ibu Umi (40) yang sekaligus memiliki sejumlah kamar pengimapan sederhana.

Bacaan Lainnya

Lokasinya memang sangat strategis. Berada di sebelah pura hanya dibatasi gang. Semenjak berdiri Pura Mandara Giri Semeru Agung, ia salah seorang yang menerima berkah. Karena sebelum terjadi kasus Covid-19, umat Hindu, khususnya dari Bali ramai beribadat ke pura itu. Otomatis penginapan dan dagangannnya laku keras.

Tetapi Ibu Umi menceritakan, semenjak terjadinya Covid 19, umat Hindu yang sembahyang ke Pura Mandara Giri Semeru Agung sepi. Kalau toh ada hanya dalam rombongan-rombongan kecil. Tidak seperti sebelumnya, kalau musim upacara kedatangan umat Hidu dari segala pelosok banyak sekali. Bisa puluhan bahkan ratusan bus setiap hsrinya. Belum lagi yang menggunakan kendaraan pribadi.

“Padahal saya sudah merenovasi dan memperluas penginapan, untuk mempersiapkan kedatangan umat Hindu dari Bali menjelang upacara di Pura Madara Giri Semeru Agung belum lama in. Eh, tahu-tahu terjadi musibah Corona, ” ujar Ibu Umi kepada robonan kami ketika itu.

Namun demikian, ia mengatakan tetap bersyukur, karena ada saja umat Hindu di daerah itu yang pedek tangkil ke Pura Mandara Giri Semeru Agung. Juga umat Hindu dari Bali. Sehingga ada saja rejeki yang didapat. Ibu Umi sangat welcome dan ramah terhadap tamu-tamunya. Bahkan kami saat masih dalam perjalanan sudah mengabarkan kedatangan, untuk sembahyang ke Pura Mandara Giri Semeru Agung. Kebetulan seorang dari anggota rombongan sudah akrab dan menyimpang nomor handphonnya.

Setelah ngobrol ngaler-ngidul, sore harinya baru kami pamitan pada Ibu Umi untuk meneruskan perjalanan ke arah Lumajang Barat. Tepatnya pura berikutnya yang akan kami tuju sebagai tujuan Tirta Yatra, yaknu Pura Ulun Danu Ranupane yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Desa Ranupane, Lumajang, Jawa Timur.

Menuju lokasi tersebut kami melintasi kawasan hutan lindung yang sangat luas. Sore itu pun hujan turun cukup lebat. Untungnya driver yang membawa kendaraan yang kami tumpangi, sudah memiliki jam terbang tinggi. Artinya sudah banyak pengalaman. Sehingga sangat cekatan dalam menjajal jalan menanjak dan terjal. Sekitar pukul 18.00 Wita, kami sampai di Desa Ranupane. Cuaca dingin langsung menyapa, karena lokasi sangat tinggi. Tempat kami menginap tepat berada di bibir Danau Ranupane dan lokasi Pura Ulundanu.

Ditikam lelah selama perjalanan, kami pun kemudian memanjakan mata dengan menikmati view danau dan kawasan Pegunungan Tengger yang sangat asri dan alami. Karena kecapean menempuh perjalanan jauh, kami memutuskan melakukan persembahyangan dilakukan besok pagi, 20 November 2020. Malam itu waktu kami manfaatkan untuk beristirahat dan ngobrol-ngobrol dengan Jero Mangku Kartono, pemangu Pura Ulun Danu dan sekaligus pemilik penginapan.

  • I Made Astra, jurnalis senior tinggal di Denpasar

Pos terkait