Bupati Suwirta Tegaskan Tutup Tempat Prostitusi di Klungkung

Bupati Suwirta menerima rombongan Forum Peduli AIDS (FPA) Provinsi Bali di Monumen Puputan Klungkung

Klungkung, LenteraEsai.id – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyatakan bahwa pihaknya secara tegas telah menutup beberapa lokasi yang selama ini dipakai tempat prostitusi di Kabupaten Klungkung.

Penutupan lokasi yang dipakai tempat jual beli ‘nafsu birahi’ itu, antara lain dilakukan petugas guna menekan tingkat penyebaran HIV dan AIDS serta penyakit kelamin lainnya di daerah yang dijuluki Bumi Serombotan.

Bacaan Lainnya

Bupati Suwirta menyampaikan hal itu saat menerima kedatangan rombongan Forum Peduli AIDS (FPA) Provinsi Bali di Monumen Puputan Klungkung, Sabtu (15/8). Kegitan ini digelar dalam rangka mensosialisasikan pencegahan penyebaran HIV dan AIDS, sekaligus mengenai penanggulangan Covid-19.

Bupati menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai tindakan dan cara dalam mencegah penyebaran HIV dan AIDS di Kabupaten Klungkung, antara lain telah menutup tempat-tempat yang digunakan sebagai arena prostitusi.

Tindakan tersebut merupakan keputusan frontal yang diambil dalam mengantisipasi dan melakukan pencegahan penyebaran HIV dan AIDS di Kabupaten Klungkung. “Mari kita semua bersama-sama bergerak dalam melakukan pencegahan penyebaran HIV dan AIDS,” kata Bupati Suwirta mengajak, seraya berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi pencegahan penyebaran HIV dan AIDS di Kabupaten Klungkung, bahkan di Provinsi Bali.

Ketua Forum Peduli AIDS (FPA) Provinsi Bali dr Oka Negara mengatakan, roadshow yang dilakukan pihaknya dengan menggunakan sepeda motor kali ini, tetap menerapkan protokol kesehatan pandemi Covid-19.

“Terima kasih Bapak Bupati Klungkung karena sudah menyambut kedatangan rombongan FPA Provinsi Bali,” ujar Oka Negara.

Ia menyebutkan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan pencegahan penyebaran terhadap HIV dan AIDS, sekaligus sosialisasi mengenai penanggulangan Covid-19. Dengan harapan, melalui kegiatan ini FPA dapat mengajak masyarakat Bali untuk bersama-sama melakukan pencegahan terhadap penyakit yang cukup berbahaya itu.

“Kami harapkan masyarakat dapat ambil bagian dalam upaya pencegahan penyebaran HIV dan AIDS, serta dapat membantu pemerintah dalam melakukan penanggulangan terhadap pandemi Covid-19,” ucapnya, menjelaskan.  (LE-KL)

Pos terkait