Jakarta, 18/11 (ANTARA) – Hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu motivasi kuat bagi para siswa di SD Katolik Wee Pangali, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk tetap datang ke sekolah.
Salah satu guru di sekolah itu, Theresia Tamo menyampaikan paket MBG menjadi hidangan mewah yang tidak mau dilewatkan oleh anak-anak, bahkan pada hari Sabtu ketika MBG tidak dibagikan, tetapi mereka tetap ada jadwal belajar di sekolah.
“Setelah sembilan bulan Program MBG berjalan, kehadiran siswa meningkat signifikan. Bahkan jumlah siswa yang masuk justru menurun pada hari Sabtu, hari ketika MBG tidak dibagikan,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Kehadiran MBG, sambung Theresia, tidak hanya meningkatkan semangat belajar, tetapi juga menjadi penopang utama pemenuhan gizi harian para siswa.
“Maklum, banyak siswa SD Wee Pangali yang mengalami berat badan kurang, stunting, atau kekurangan gizi. MBG juga menjadi sesuatu yang sangat istimewa bagi para siswa. Mereka bahkan rela tetap masuk sekolah, meski sedang kurang sehat demi bisa menikmati santapan bergizi tersebut,” ujar dia.
Oleh karena itu pihak sekolah berharap Program MBG juga dapat diberikan pada hari Sabtu agar anak-anak tetap semangat bersekolah.
Dalam video yang dibagikan salah satu akun media massa, terlihat seorang bocah bertubuh kecil di SD tersebut yang lahap makan seluruh menu, mulai dari nasi, sayur, dan telur ceplok.
Anak-anak lainnya juga tampak khusyuk berdoa sebelum menyantap hidangan di depannya. Raut kegembiraan jelas terlihat di wajah polos para siswa SD Wee Pangali.
“Terima kasih Bapak Prabowo,” ujar seorang siswi.
Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 123 ribu kali dan disukai lebih dari tujuh ribu pengguna Instagram. Warganet dalam kolom komentar pun sepakat bahwa Program MBG di SD tersebut telah diterima oleh orang-orang yang tepat.
Oleh Lintang Budiyanti Prameswari
Editor : Risbiani Fardaniah
Konten ini dilindungi oleh hak cipta dan dilarang untuk disebarluaskan tanpa izin tertulis dari ANTARA








