Bangli, LenteraEsai.id – Melalui program kerja bidang Pengabdian Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana menyelenggarakan kegiatan Kuliah Kerja Veteriner (KKV) XXXVI di Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali.
Kegiatan secara resmi dibuka pada Jumat (12/1/2024) oleh Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Prof I Nyoman Suartha dengan mengusung tema ‘Bhimantara Abhipraya Gana Siddhi’.
Tujuan dilaksanakannya kegiatan KKV yaitu untuk mengenalkan prospek kerja sebagai dokter hewan dan juga melatih cara berkomunikasi yang baik dengan masyarakat. Kemudian kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi desa yang ada untuk bisa dikembangkan lebih baik lagi dengan penulisan gagasan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) oleh peserta KKV XXXVI yang sekaligus menjadi output dari kegiatan itu sendiri. Kegiatan KKV XXXVI dilaksanakan selama 3 hari 2 malam pada 12-14 Januari 2024.
“Inilah arena bagi mahasiswa sebagai dokter hewan, dan dokter hewan tidak mungkin selalu di Kota karena ternak itu di desa. Mungkin hasil kegiatan adik-adik bisa digunakan Bapak Perbekel sehingga inovasi adik-adik bisa dikembangkan di Desa Tiga,” ungkap Prof I Nyoman Suartha selaku Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara KKV XXXVI secara resmi.
Selama kegiatan pendataan hewan dan eksplorasi desa, mahasiswa mengunjungi setiap rumah warga yang sudah dibagikan per-wilayah sesuai dengan gugusnya masing-masing. Pada saat pendataan, mahasiswa melakukan wawancara kepada warga yang bertujuan untuk membantu mendata warga yang nantinya akan digunakan dalam pembuatan PKM sebagai tugas akhir kegiatan KKV XXXVI nantinya.
“Untuk pekerjaan yang mendominasi di Desa Tiga ini sebagian besar warganya itu bekerja sebagai pedagang, peternak, dan petani. Dikarenakan iklim yang cocok dengan daerah tersebut sangat mendukung untuk pekerjaan itu. Kalau untuk ternak itu sendiri, sebagian besar di sini masih memelihara babi dan ayam petelur,” ucap Ni Made Arta salah satu warga Banjar Malet Kutamesir, Desa Tiga, Bangli.
Laporan berdasarkan data dari peserta yang telah direkapitulasi, total hewan di Desa Tiga di antaranya sapi berjumlah 436 ekor, anjing berjumlah 273 ekor, babi berjumlah 2.749 ekor, dan ayam berjumlah 359.925 ekor. Adapun data hasil potensi desa yakni mayoritas pekerjaan masyarakat di Desa Tiga yaitu peternak, pedagang, dan juga petani.
“Saya harapkan adik-adik mahasiswa, kemarin sudah melihat potensi Desa Tiga, dengan bantuan nanti dosen pembimbing mohon kembangkan program kreativitasnya atau dosen pembimbing dapat membuat program proposal bagaimana bisa melakukan pengabdian di Desa Tiga. Ini salah satu bentuk bagaimana kita bisa berkontribusi di desa,” ucap Prof Nyoman Suartha saat sambutan upacara penutupan.
Pewarta: Vika Jantika
Redaktur: Laurensius Molan







