Polda NTB Matangkan Kesiapan Pengamanan MotoGP Mandalika 2026

Polda NTB matangkan kesiapan pengamanan MotoGP Mandalika 2026
Wakil Kepala Polda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho. (ANTARA/Dhimas B.P.)

Mataram, LenteraEsai.id – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mematangkan kesiapan pengamanan menjelang pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026 dengan menyiapkan ribuan personel gabungan dan puluhan pos pengamanan di sejumlah titik strategis.

“Ribuan personel gabungan yang terlibat berasal dari unsur Polri, TNI, pemerintah dan kelompok masyarakat,” kata Wakil Kepala Polda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho di Mataram, Selasa.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan ribuan personel gabungan dalam pengamanan MotoGP Mandalika 2026 ini akan menjalankan koordinasi melalui Operasi Mandalika Rinjani Tahun 2026.

“Jadi, melalui Operasi Mandalika Rinjani ini, mana yang akan menjadi tugas kita seperti pengamanan telah kita persiapkan dengan baik,” ujarnya.

Pengamanan juga diperkuat pada sejumlah pintu masuk Pulau Lombok yang menjadi jalur kedatangan masyarakat dan wisatawan menuju kawasan Mandalika. Polres jajaran dilibatkan untuk mendukung pengamanan di wilayah masing-masing.

Selain menyiapkan personel, Polda NTB menyiapkan puluhan pos pengamanan di sejumlah titik strategis. Pos tersebut akan membantu pengaturan arus lalu lintas sekaligus memberikan pelayanan dan informasi kepada masyarakat yang menuju kawasan Mandalika.

“Dalam Operasi Mandalika Rinjani tersebut kita telah mempersiapkan puluhan pos pengamanan yang akan membantu mengatur dan memberikan informasi kepada masyarakat yang akan menuju Mandalika,” ujarnya.

Hari mengatakan Polda NTB juga telah beberapa kali melakukan survei di sekitar kawasan Sirkuit Mandalika hingga jalur dari Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) untuk memetakan titik-titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.

“Kita sudah melakukan survei berkali-kali di sekitar area sirkuit bahkan dari Bandara BIZAM untuk menentukan titik mana saja yang berpotensi ada kemacetan. Termasuk kegiatan simulasi agar apa kendala saat pelaksanaan nantinya dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Menurut dia, kesiapan pengamanan tidak hanya bergantung pada jumlah personel yang dikerahkan, tetapi juga kecepatan dan koordinasi seluruh unsur dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.

“Kerja sama semua stakeholder terkait tentu sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, kami membangun komunikasi dan koordinasi secara intensif agar apa kendala ke depannya dapat segera diatasi,” ujarnya. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait