Pedagang Sayur Blora Mengaku Terima Tiga Lembar Uang Diduga Palsu

Pedagang sayur Blora mengaku terima tiga lembar uang diduga palsu
Yami (58), pedagang sayur-mayur asal Dukuh Growong, Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menunjukkan tiga lembar uang pecahan Rp100 ribu yang diduga palsu saat berjualan di Jalan Dr. Sutomo Blora. ANTARA/Gunawan.

Blora, LenteraEsai.id – Seorang pedagang sayur di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengaku mengalami kerugian setelah menerima tiga lembar uang pecahan Rp100 ribu yang diduga palsu dari seorang pria saat bertransaksi.

Pedagang bernama Yami (58), warga Dukuh Growong, Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, itu di Blora, Selasa, mengatakan peristiwa tersebut dialaminya saat berjualan di Jalan Dr. Sutomo, tepatnya di depan Unit Donor Darah (UDD) PMI Blora, Senin (14/9) sekitar pukul 10.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Menurut Yami, seorang pria bertubuh tinggi dan besar awalnya hendak membeli tiga bungkus telur puyuh. Namun, stok yang tersedia hanya satu bungkus seharga Rp10 ribu.

Pria tersebut kemudian membayar menggunakan uang pecahan Rp100 ribu. Yami mengaku sempat curiga karena uang tersebut terlihat masih baru.

Yami tetap menerima uang tersebut dan memberikan uang kembalian Rp90 ribu, terdiri atas satu lembar pecahan Rp50 ribu dan dua lembar pecahan Rp20 ribu.

Tidak lama kemudian, pria tersebut kembali dan menukarkan dua lembar uang pecahan Rp100 ribu dengan empat lembar pecahan Rp50 ribu milik Yami.

Setelah pria tersebut pergi, Yami mengaku menyadari adanya kejanggalan pada tiga lembar uang pecahan Rp100 ribu yang diterimanya karena permukaannya terasa licin dan bagian lembaran uang terlihat seperti terlepas.

“Selain terasa licin dan lemnya kelihatan lepas. Bagian depan dan belakang seperti ditempel, jadi kelihatan bolong,” ujarnya.

Pedagang lain yang berada tidak jauh dari lapak Yami, Kotijah, mengaku tidak menaruh kecurigaan terhadap pria tersebut karena berperilaku seperti pembeli pada umumnya, sopan, dan berbicara dengan nada halus.

Untuk memeriksa uang tersebut, Yami bersama pedagang lainnya kemudian meminta bantuan sebuah apotek di depan RSUD Blora yang memiliki alat pendeteksi uang menggunakan sinar ultraviolet.

Berdasarkan pemeriksaan menggunakan alat tersebut, tiga lembar uang yang diterima Yami diduga tidak asli.

Yami yang telah berjualan selama belasan tahun mengaku baru pertama kali mengalami kejadian tersebut.

Ia mengingatkan pedagang maupun masyarakat agar lebih waspada ketika menerima pembayaran, terutama menggunakan uang pecahan bernilai besar.

“Mudah-mudahan kejadian serupa tidak dialami pedagang lainnya dan masyarakat lebih berhati-hati ketika menerima pembayaran, terutama menggunakan uang pecahan besar,” ujarnya.

Yami berharap kejadian tersebut dapat ditindaklanjuti kepolisian sehingga dapat dipastikan keaslian uang yang diterimanya serta mencegah kemungkinan adanya korban lain. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait