Kupang, LenteraEsai.id – Keluarga Wili Mbuik, korban penembakan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, meminta pemerintah memberikan jaminan keamanan bagi warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih berada di wilayah tersebut.
Perwakilan keluarga Eran Sipa di Rote Ndao, Senin, mengatakan terdapat sekitar empat hingga lima warga asal Rote Ndao yang satu kampung dengan Wili dan masih berada di Jayawijaya.
“Kami keluarga ingin menyampaikan kepada Bapak Wakil Gubernur bahwa masih ada empat hingga lima orang anak kami yang satu kampung masih berada di sana. Semalam, menelepon dan mengabarkan bahwa mereka saat ini diteror dan tidak bisa keluar dari rumah,” katanya.
Menurut Eran, mereka kini berlindung di rumah seorang pendeta setempat yang merupakan warga asli Papua dan memberikan perlindungan kepada mereka.
Keluarga berharap Wili menjadi korban terakhir dan meminta pemerintah serta aparat keamanan segera memberikan perlindungan maksimal kepada warga NTT lainnya yang masih berada di wilayah tersebut.
“Kami tidak mau ada korban berikutnya. Cukup sudah Adik Wili yang menjadi korban,” kata Eran.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengatakan peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat keamanan dalam melindungi warga sipil serta aparatur negara yang bertugas di daerah berisiko tinggi.
“Kematian Nona Wili harus menjadi alarm keras bagi pemerintah dan aparat keamanan. Seringkali dalam pusaran konflik politik dan teritorial, suara dan keselamatan warga sipil serta para abdi negara yang tidak bersenjata terabaikan. Berapa banyak lagi sarjana-sarjana muda potensial, dokter, guru, dan penyuluh pertanian yang harus menjadi korban di tanah Papua?” ujarnya.
Johni mengatakan Pemprov NTT akan mengambil langkah untuk membantu menjamin keselamatan warga asal NTT yang masih berada di Papua Pegunungan.
“Kita sudah mendengar harapan dari keluarga terhadap beberapa anggota keluarga yang masih ada di Papua. Kita berjanji untuk melakukan hal yang terbaik bagi keluarga Mbuik yang masih berada di Papua, yang saat ini hidup dalam ancaman, ketakutan, dan kekhawatiran. Pemprov NTT akan melakukan yang terbaik,” katanya.
Pemprov NTT juga menyatakan akan memenuhi hak-hak Wili dan keluarganya.
Sebelumnya, Wili merupakan satu dari tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang meninggal dalam penembakan terhadap rombongan mereka di Distrik Muliama, Rabu (9/9).
Rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang berjumlah 11 orang tersebut sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat ketika mengalami serangan. Delapan anggota rombongan lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Selain Wili, dua korban meninggal lainnya adalah Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya Aprida Rapi dan dokter hewan Alfonsius Albinus Mehan.
Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kelompok yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut dan memburu para pelaku. (LE)
Source: ANTARA







