Tabanan, LenteraEsai.id – Kehidupan masyarakat di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, kini mulai bergairah dengan hadirnya akses jalan baru sepanjang kurang lebih 1,6 kilometer. Jalan tersebut menghubungkan wilayah Munduk Dawa, Puring, dan Pekandalen menuju SD Negeri 6 Penatahan di Sangketan serta Pura Luhur Tambawaras.
Pembukaan akses jalan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat. Jalan yang selama puluhan tahun hanya menjadi harapan warga akhirnya mulai terwujud pada tahun 2026 melalui semangat gotong royong dan kolaborasi berbagai pihak.
Antusiasme masyarakat terlihat dalam proses pembangunan. Warga turut bergotong royong karena menyadari keberadaan jalan tersebut akan membawa perubahan besar, terutama dalam memperlancar mobilitas, mendukung akses pendidikan, serta membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Penebel, I Made Suka Wijaya, S.Pd, mengatakan pembukaan jalan tersebut memiliki nilai yang sangat strategis bagi masyarakat di kawasan Sangketan dan sekitarnya.
Menurutnya, keberadaan jalan baru bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi pembuka harapan baru bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
“Sudah 60 puluhan tahun kami memimpikan adanya jalan ini. Sekarang, tahun 2026 ini akhirnya terwujud. Terima kasih Tuhan,” ujar Made Suka Wijaya dengan penuh keharuan.
Ia menuturkan, selama puluhan tahun masyarakat berharap adanya akses jalan yang dapat menghubungkan sejumlah wilayah tersebut secara lebih mudah dan cepat. Dengan terbukanya jalan sepanjang 1,6 kilometer ini, mobilitas masyarakat diharapkan semakin lancar.
Akses menuju sekolah juga menjadi salah satu manfaat penting dari pembangunan jalan tersebut. Keberadaan jalur baru menuju SD Negeri 6 Penatahan diharapkan dapat mempermudah aktivitas pendidikan, baik bagi siswa, tenaga pendidik maupun masyarakat yang berkepentingan.
Selain pendidikan, jalan tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak terhadap perkembangan ekonomi masyarakat. Kemudahan akses akan membuka peluang bagi warga untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.
Bagi masyarakat di wilayah pedesaan, infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam membuka keterisolasian dan memperpendek jarak antarwilayah. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui atau belum tersedia kini menjadi jalur baru yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat.
Tidak hanya itu, akses menuju Pura Luhur Tambawaras juga menjadi salah satu nilai penting dari pembukaan jalan tersebut. Dengan akses yang semakin terbuka, mobilitas umat dalam melaksanakan kegiatan keagamaan diharapkan dapat berlangsung lebih mudah.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Sudarta menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan jalan baru tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang secara langsung memberikan manfaat bagi masyarakat harus terus mendapat perhatian dan dukungan bersama.
Pembangunan jalan ini, kata dia, dapat terwujud melalui biaya urunan keluarga besar DPD Partai Demokrat Bali. Langkah tersebut dilakukan karena pembangunan akses jalan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Made Sudarta menilai semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan tersebut. Tidak hanya melibatkan masyarakat, proses pembangunan juga didukung melalui kolaborasi jajaran Partai Demokrat dari berbagai tingkatan.
Mulai dari jajaran Partai Demokrat di tingkat daerah, provinsi hingga pusat turut memberikan perhatian terhadap pembangunan akses jalan tersebut. Dukungan juga datang dari perwakilan Partai Demokrat di DPR RI.
Kolaborasi lintas tingkatan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong terwujudnya jalan yang selama puluhan tahun dinantikan masyarakat.
Bagi warga, pembangunan jalan sepanjang 1,6 kilometer itu memiliki makna lebih dari sekadar terbukanya jalur transportasi baru. Jalan tersebut menjadi simbol dari sebuah penantian panjang yang akhirnya menemukan jawaban.
Harapan masyarakat kini tertuju pada manfaat jangka panjang yang dapat lahir dari terbukanya akses tersebut. Kemudahan menuju fasilitas pendidikan, kelancaran kegiatan ekonomi, akses menuju tempat suci, hingga meningkatnya mobilitas warga menjadi harapan yang menyertai hadirnya jalan baru itu.
Setelah puluhan tahun menjadi impian, jalan yang menghubungkan Munduk Dawa, Puring, Pekandalen, hingga Sangketan tersebut kini menjadi kenyataan.
Bagi masyarakat setempat, tahun 2026 akan menjadi catatan penting. Sebab, penantian lebih dari enam dekade terhadap sebuah akses jalan akhirnya mulai terwujud melalui gotong royong, kebersamaan, dan kolaborasi berbagai pihak. (LE-ViV)







