PLN Tetapkan Bali Percontohan Transformasi Sistem Smart Grid Nasional

PLN tetapkan Bali percontohan transformasi sistem smart grid nasional
Direktur Distribusi Arsyadany Ghana Akmalaputri (kedua dari kiri) sedang memberikan arahan pada saat site visit ke tower komunikasi LTE 450 MHz di kantor PLN UP2D Bali. ANTARA/HO-Humas PLN UID Bali

Denpasar, LenteraEsai.id – PT. PLN (Persero) menetapkan Bali sebagai lokasi percontohan (pilot project) transformasi sistem distribusi listrik nasional melalui pengembangan teknologi Smart Grid.

Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany Ghana Akmalaputri dalam keterangannya di Denpasar, Rabu, mengatakan langkah itu dilakukan untuk menghadirkan layanan kelistrikan yang lebih andal, responsif, ramah lingkungan, serta siap mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dan kendaraan listrik di masa depan.

Bacaan Lainnya

Menurut Arsyadany, Bali dipilih sebagai lokasi Proof of Concept (PoC) Distributed Energy Resource Management System (DERMS) karena memiliki karakteristik sistem kelistrikan yang ideal untuk mengembangkan teknologi distribusi modern.

Selain didukung infrastruktur yang memadai, ia mengatakan Bali juga memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan.

Target pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Bali diperkirakan mencapai sekitar 500 megawatt (MW), atau setara 43,14 persen dari rata-rata beban sistem sebesar 1.159 MW.

“Transformasi distribusi bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi membangun sistem kelistrikan yang lebih cerdas, tangguh, dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menjelaskan pilot project di Bali harus mampu membuktikan digitalisasi distribusi dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik, mempercepat respons terhadap gangguan, mengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan, serta menjadi model implementasi yang dapat direplikasi di seluruh Indonesia,” ujar Arsyadany.

Dalam kunjungan di Bali, Direktur Distribusi PLN meninjau Distribution Control Center (DCC) PLN UP2D Bali yang menjadi pusat pengendalian sistem distribusi, implementasi DERMS, serta infrastruktur komunikasi LTE 450 MHz yang menjadi tulang punggung komunikasi sistem distribusi digital PLN.

Sementara itu, Manager PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra menjelaskan DERMS merupakan sistem digital yang dirancang untuk mengelola berbagai sumber energi terdistribusi, seperti PLTS Atap, sistem penyimpanan energi (battery energy storage), hingga kendaraan listrik yang semakin banyak terhubung ke jaringan distribusi.

Menurut Petrus, melalui DERMS, PLN dapat memantau kondisi jaringan secara real time, menjaga keseimbangan pasokan dan beban, mendeteksi potensi gangguan lebih dini, serta mempercepat pengambilan keputusan operasional sehingga kualitas pelayanan kepada pelanggan semakin meningkat.

Ia menambahkan, pengembangan Smart Grid di Bali menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sistem distribusi menghadapi pertumbuhan energi baru terbarukan dan ekosistem kendaraan listrik.

“Kami bangga Bali dipercaya menjadi salah satu lokasi percontohan transformasi distribusi PLN. Melalui implementasi DERMS, LTE 450 MHz, dan berbagai inovasi digital lainnya, kami ingin menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin andal, responsif, efisien, sekaligus siap mendukung pengembangan energi baru terbarukan dan ekosistem kendaraan listrik di Bali,” kata Petrus.

Ia mengatakan, ke depan, Bali juga dipersiapkan untuk pengembangan Virtual Power Plant (VPP). Implementasi DERMS diharapkan menjadi fondasi sistem distribusi yang mampu mengintegrasikan berbagai sumber energi secara lebih cerdas, fleksibel, dan efisien.

Melalui transformasi distribusi berkonsep Smart, Resilient, Green, PLN optimistis sistem kelistrikan di Bali akan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendukung target transisi energi nasional menuju Net Zero Emissions. Bagi pelanggan, transformasi ini akan menghadirkan pasokan listrik yang lebih andal, pemulihan gangguan yang lebih cepat, kualitas tegangan yang semakin baik, serta jaringan yang siap mendukung pemanfaatan energi bersih di masa mendatang. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait