Sekda Suyasa Ajak Seluruh ASN Sukseskan Digitalisasi Perlinsos Demi Bansos Tepat Sasaran

Sekda Suyasa Ajak Seluruh ASN Sukseskan Digitalisasi Perlinsos Demi Bansos Tepat Sasaran
Sekda Suyasa saat memimpin Rapat Koordinasi Digitalisasi Perlinsos, Kamis (9/7). (Foto: Pemkab Buleleng)

Buleleng, LenteraEsai.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk berperan aktif menyukseskan percepatan digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos). Langkah tersebut dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan penyaluran bantuan sosial yang lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan Sekda Suyasa saat memimpin Rapat Koordinasi Digitalisasi Perlinsos di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Kamis (9/7).

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Sekda Suyasa mengatakan Kabupaten Buleleng menjadi salah satu daerah percontohan (piloting project) digitalisasi Perlinsos di Provinsi Bali. Oleh karena itu, seluruh kepala keluarga (KK) di Kabupaten Buleleng ditargetkan telah terdata dalam sistem digitalisasi Perlinsos paling lambat 31 Juli 2026.

“Target kita seluruh kepala keluarga di Kabupaten Buleleng sudah masuk dalam sistem digitalisasi Perlinsos sebelum 31 Juli. Data ini akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan masyarakat yang benar-benar berhak menerima bantuan sosial,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, digitalisasi Perlinsos akan menghasilkan data yang lebih valid melalui integrasi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih akurat sebagai dasar penetapan penerima bantuan sesuai klasifikasi desil.

Untuk mempercepat pendataan, Sekda Suyasa menginstruksikan seluruh ASN agar melakukan penginputan data secara mandiri untuk keluarganya masing-masing dengan pemantauan dari pimpinan perangkat daerah.

Selain itu, sekitar 970 ASN akan ditugaskan sebagai Agen Perlinsos untuk mendampingi masyarakat dalam proses penginputan data.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengajak seluruh ASN membantu masyarakat di lingkungan sekitar yang membutuhkan pendampingan dalam proses pendaftaran.

“Proses penginputannya sangat mudah, Cukup memasukkan NIK, selanjutnya sistem akan menampilkan data yang telah terintegrasi. Karena itu kami mengajak seluruh ASN bergotong royong membantu masyarakat agar target pendataan dapat tercapai,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman, menjelaskan digitalisasi bantuan sosial merupakan implementasi kebijakan pemerintah pusat untuk mempercepat penyaluran bantuan yang tepat sasaran.

Menurutnya, melalui sistem baru tersebut, pendataan tidak lagi hanya menyasar calon penerima bantuan, tetapi seluruh kepala keluarga di Kabupaten Buleleng. Pendataan dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat yang telah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) maupun melalui pendampingan Agen Perlinsos

“Kabupaten Buleleng memiliki sebanyak 269.323 kepala keluarga yang menjadi target pendataan. Saat ini telah disiapkan 3.371 Agen Perlinsos untuk mendukung percepatan penginputan data di lapangan. Dengan sinergi seluruh pihak, kami berharap pendataan dapat diselesaikan sesuai jadwal,” jelas kadis Kariaman. (LE-VJ)

Pos terkait