Denpasar, LenteraEsai.id – Pemprov Bali menyiapkan ajang lari santai bertajuk Jatiluwih Fun Run untuk mengawali rangkaian peringatan 100 tahun pariwisata Bali.
“Agenda ini menjadi langkah awal menyongsong peringatan 100 tahun pariwisata Bali pada 2027, sekaligus memperkuat promosi destinasi unggulan Bali melalui perpaduan olahraga, budaya, dan pariwisata berkelanjutan,” kata Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, Kamis (30/4).
Ajang lari santai tersebut direncanakan berlangsung pada 20 Juni 2026 dengan target diikuti wisatawan dan pelari dari luar Bali tak hanya pelari lokal.
“Jatiluwih Fun Run harus fokus menarik wisatawan atau pelari dari luar Bali, ini harus didorong, saya kira pesertanya bisa lebih banyak, 10.000 masih memungkinkan,” ujarnya.
Gubernur Koster meyakini antusias peserta akan tinggi, mengingat Pemprov Bali pada kegiatan ini menggandeng Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) atau asosiasi pemandu wisata yang bisa menarik lebih banyak wisatawan untuk ikut serta.
Dalam rapat persiapan tersebut, Koster juga menekankan pentingnya tata kelola acara yang profesional, terutama menyangkut kesiapan teknis di lapangan, agar ajang berskala internasional tersebut berjalan aman, tertib, dan memberikan pengalaman terbaik bagi peserta.
Salah satu pengalaman menarik yang sudah disiapkan pemerintah daerah adalah menghadirkan medali ramah lingkungan bekerja sama dengan Bank Indonesia Provinsi Bali.
Nantinya, di kawasan Jatiluwih dengan bentangan sawah warisan budaya dunia UNESCO ini akan didorong penerapan kebijakan ramah lingkungan seperti pembatasan plastik sekali pakai serta penggunaan medali berbahan daur ulang, termasuk limbah uang kertas, sebagai simbol inovasi pengelolaan sampah Bali.
Ketua Asita Bali I Putu Winastra menambahkan Jatiluwih Fun Run 2026 akan mengusung tema The Journey Begins from Jatiluwih, di mana ajang lari santai dirancang sebagai titik awal promosi destinasi wisata unggulan di seluruh kabupaten/kota Bali melalui konsep sport tourism.
Jatiluwih dipilih karena reputasinya sebagai destinasi kelas dunia dan situs warisan budaya UNESCO yang dinilai aman, nyaman, serta memiliki lanskap persawahan ikonik.
Jatiluwih Fun Run akan menghadirkan dua kategori lomba, yakni 5K dan 10K, dengan konsep fun run and race yang terbuka bagi pelari profesional maupun masyarakat umum.
“Lari kini menjadi gaya hidup global, melalui ini kami ingin memperkenalkan destinasi unggulan di setiap kabupaten, dimulai dari Jatiluwih, ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga promosi pariwisata berkelas internasional yang berkelanjutan,” kata Winastra.
Asita Bali menargetkan sedikitnya 2.000 peserta akan bergabung dan optimistis jumlah itu dapat terus bertambah seiring dukungan pemerintah dan industri pariwisata.
Untuk pendaftaran, Pemprov Bali dan Asita Bali menjadwalkan mulai dibuka pada Mei 2026.
“Selain menonjolkan panorama jalur persawahan Jatiluwih, acara ini juga dirancang mendukung kebijakan Pemprov Bali terkait pengurangan sampah plastik serta optimalisasi pelibatan UMKM lokal,” ucap Winastra. (LE)
Source: ANTARA







