FGBMFI World Convention 2026 di Bali, Satukan Visi Pengusaha dan Profesional dari 48 Negara

FGBMFI
Konferensi pers FGBMFI World Convention 2026 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Badung, Selasa (11/8/2026) - (Foto: Dok LenteraEsai)

Nusa Dua, LenteraEsai.id – Bali kembali dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan internasional. Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) akan menggelar FGBMFI World Convention 2026 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Badung, pada 12–15 Agustus 2026.

Konvensi dunia ini mendapat antusiasme tinggi dan diproyeksikan menjadi salah satu penyelenggaraan dengan jumlah negara peserta terbanyak dibandingkan event serupa sebelumnya. Sekitar 1.400–1.500 delegasi dari 48 negara dijadwalkan hadir dalam perhelatan yang bertepatan dengan momentum 50th Jubilee FGBMFI tersebut.

Bacaan Lainnya

Mengusung tema “One Fire, One Vision for Acceleration”, kegiatan ini menjadi momentum untuk menyalakan kembali semangat pelayanan, menyatukan visi, sekaligus mempercepat pergerakan para pengusaha dan profesional Kristen dalam memberikan dampak positif bagi dunia usaha dan masyarakat.

FGBMFI didirikan pada 1952 oleh Demos Shakarian. Organisasi ini berkembang menjadi jaringan global para pengusaha dan profesional Kristen yang hadir di lebih dari 95 negara dengan ribuan komunitas lokal.

Melalui jaringan tersebut, FGBMFI membawa visi untuk mentransformasi bangsa melalui kepemimpinan yang memiliki tujuan, berintegritas, serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers FGBMFI World Convention 2026 yang digelar di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Selasa (11/8/2026).

Konferensi pers tersebut menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Umum World Convention Bali 2026 Len Wijaya, Senior Ambassador FGBMFI Indonesia Djinhard, National President FGBMFI Indonesia Dalie Sutanto, International President FGBMFI Fransis Owusu, Director World Convention Bali 2026 Anthony Putihrai, serta Ketua Acara World Convention Bali 2026 Agus Surjanto.

National President FGBMFI Indonesia, Dalie Sutanto, mengatakan World Convention 2026 menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan mempercepat gerakan para pengusaha serta profesional dalam menjalankan peran mereka di dunia bisnis.

Menurutnya, kehadiran delegasi dari berbagai negara di Bali bukan hanya memperkuat jejaring global FGBMFI, tetapi juga membawa dampak positif bagi Bali melalui berbagai aktivitas selama para peserta berada di Pulau Dewata.

“Penyelenggaraan acara ini juga menjadi bagian dari upaya membangun citra positif dan berkelanjutan bagi para pengusaha dan profesional dari berbagai belahan dunia yang hadir di Bali. Kehadiran delegasi secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi Bali melalui interaksi dan aktivitas selama berada di sini,” ujar Dalie.

Ia menjelaskan, FGBMFI merupakan perkumpulan pengusaha dan profesional Kristen yang tidak berafiliasi dengan partai politik maupun didominasi oleh gereja tertentu.

Di Indonesia, kata Dalie, jumlah anggota FGBMFI telah mencapai lebih dari 10 ribu orang. Organisasi tersebut tidak hanya mendorong keberhasilan anggotanya dalam bidang usaha dan profesi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pertumbuhan pribadi secara utuh.

“Fokus kami adalah melengkapi anggota dalam pertumbuhan rohani, nilai-nilai etika, kehidupan keluarga, dunia kerja, dan kehidupan masyarakat. Kami saling melengkapi dan saling membantu agar pertumbuhannya semakin baik,” jelasnya.

FGBMFI memandang dunia bisnis dan profesional sebagai ruang untuk menghadirkan nilai-nilai positif. Melalui pendekatan marketplace, para anggota didorong untuk membawa nilai iman, etika, integritas, dan kepemimpinan ke dalam profesi serta lingkungan tempat mereka berkarya.

Dengan demikian, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis, tetapi juga dari seberapa besar seseorang mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan.

Sementara itu, Senior Ambassador FGBMFI Indonesia, Djinhard, mengatakan keberadaan FGBMFI memiliki misi yang lebih luas daripada sekadar membangun jaringan bisnis.

Menurutnya, organisasi ini berupaya menjangkau para pengusaha dan profesional Kristen agar memiliki karakter yang baik, membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis, serta menjadi warga negara yang bertanggung jawab.

Termasuk di dalamnya, kata Djinhard, adalah mendorong anggota untuk taat terhadap pemerintah dan memenuhi kewajiban sebagai warga negara, termasuk dalam hal perpajakan.

“Yang kami bangun bukan hanya keberhasilan dalam bisnis, tetapi juga karakter, keluarga yang harmonis, serta kehidupan yang memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Memasuki usia 50 tahun, FGBMFI terus menegaskan komitmennya untuk membangun komunitas global yang tidak hanya berorientasi pada keberhasilan dunia usaha, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan.

Penyelenggaraan World Convention 2026 di Bali pun diharapkan menjadi ruang perjumpaan lintas negara untuk berbagi pengalaman, memperkuat persahabatan, membangun kolaborasi, serta melahirkan gagasan-gagasan baru yang dapat memberikan dampak lebih luas.

Bagi Bali, kehadiran ribuan delegasi internasional juga menjadi peluang untuk memperkuat citra Pulau Dewata sebagai destinasi yang mampu menjadi ruang pertemuan dunia—bukan hanya untuk pariwisata, tetapi juga untuk membangun jejaring, kolaborasi, dan kepemimpinan global.

Melalui semangat “One Fire, One Vision for Acceleration”, FGBMFI World Convention 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pertemuan internasional, tetapi menjadi titik tolak untuk menyalakan semangat baru: bahwa dunia usaha, profesi, keluarga, dan pelayanan dapat berjalan bersama untuk menciptakan perubahan yang lebih berarti. (LE-ViV)

Pos terkait