Disbud Bali Siapkan Proposal Ajukan Nyepi Masuk WBTb UNESCO

Disbud Bali siapkan proposal ajukan Nyepi masuk WBTb UNESCO
Kepala Disbud Bali Ida Bagus Alit Suryana saat diwawancara soal isu kebudayaan di Denpasar, Bali. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Denpasar, LenteraEsai.id – Dinas Kebudayaan (Disbud) Bali mulai menyiapkan proposal untuk mengajukan Hari Suci Nyepi masuk Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO.

“Dari rapat kemarin tentunya kita akan membuat proposal pengajuan ke Kementerian Kebudayaan, iya susun surat pengajuan,” kata Kepala Disbud Bali Ida Bagus Alit Suryana saat dikonfirmasi di Denpasar Kamis.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan pengajuan Hari Suci Nyepi berangkat dari keinginan DPD Prajaniti Hindu Bali, dimana jika sebelumnya pada 2023 Nyepi sudah ditetapkan Warisan WBTb Indonesia, maka selanjutnya tak salah jika menjadi WBTb UNESCO.

Para budayawan, tokoh adat, dan tokoh Hindu, memandang Hari Suci Nyepi bukan hanya kearifan lokal dan ritual setempat, kata dia, namun sudah menjadi warisan global yang dihormati oleh masyarakat internasional.

Setelah menyamakan persepsi akhirnya para pemangku kepentingan sepakat mengusulkan Hari Suci Nyepi untuk menyusul Subak Jatiluwih menjadi WBTb yang diakui dunia.

“Hasil rapat semua sepakat menyetujui agar Hari Suci Nyepi diusulkan sebagai warisan budaya dunia karena nilai-nilai yang terkandung baik nilai spiritual maupun sosial untuk pemeliharaan alam, begitu mulianya tujuan Nyepi, itu lah yang melandasi tokoh-tokoh untuk mengusulkan itu,” kata Bagus Alit.

Untuk itu selanjutnya tugas pemerintah daerah menyusun proposal dan menyampaikan ke Kementerian Kebudayaan untuk dikaji, sekaligus untuk melengkapi apa saja persyaratan yang akan diminta nanti.

“Kami menyadari bahwa pasti dari seluruh Indonesia ada mengajukan seperti karya budayanya ditetapkan sebagai warisan budaya dunia, dari usulan-usulan itu nanti akan dikaji lagi di pusat di kementerian,” kata dia.

Disbud Bali dan para tokoh tidak menargetkan kapan pemerintah pusat akan memproses Hari Suci Nyepi ke UNESCO, semuanya fokus mengajukan dan melengkapi berkas nantinya.

Saat ini Disbud Bali juga mendata hanya Hari Suci Nyepi yang hendak diajukan WBTb UNESCO, namun jika ke depan ada animo masyarakat dan tokoh yang juga memberi usulan terhadap kearifan lokal lain, maka akan dipertimbangkan. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait