Pemkab Gianyar Laksanakan Pendampingan Percepatan Penurunan Stunting 8 Desa

Pemkab Gianyar Laksanakan Pendampingan Percepatan Penurunan Stunting 8 Desa
Kegiatan Pendampingan Tim Ahli yang dilaksanakan di 8 Kabupaten Gianyar. (Foto: Pemkab Gianyar)

Gianyar, LenteraEsai.id – Pemerintah Kabupaten Gianyar terus menguatkan komitmen dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui pelaksanaan kegiatan Pendampingan Tim Ahli yang dilaksanakan di 8 (delapan) desa di Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Gerakan Pengukuran Serentak yang dilaksanakan pada bulan November 2025.

Pelaksanaan pendampingan ini mengacu pada kebijakan nasional Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting yang mengamanatkan implementasi intervensi spesifik dan intervensi sensitif secara konvergen, terpadu, dan berkelanjutan, serta dilaksanakan secara berkolaborasi dengan berbagai pihak lintas sektor.

Bacaan Lainnya

Kadis Kesehatan Gianyar Ni Nyoman Ariyuni, Selasa (20/1) mengatakan bahwa Pendampingan Tim Ahli bertujuan untuk memastikan bahwa intervensi stunting yang dilakukan di tingkat desa berjalan tepat sasaran dan berbasis data. Tim ahli dari RS Pemerintah/Swasta yang terlibat terdiri dari dokter Sp.A, Psikolog, Nutrisionis serta unsur pendukung lainnya yang memberikan pendampingan langsung kepada sasaran balita, keluarga berisiko stunting, serta kader dan perangkat desa.

“Kegiatan ini menyasar balita sesuai dengan data hasil pengukuran yang telah ditetapkan, dengan fokus pada pemantauan tumbuh kembang, edukasi gizi, peningkatan pola asuh, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam pencegahan stunting sejak dini,” ujar Ariyuni.

Dilanjutkannya melalui pendampingan Tim Ahli, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap pelaksanaan intervensi stunting dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan, sehingga mampu menurunkan angka stunting secara signifikan dan mewujudkan generasi Gianyar yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Kegiatan Pendampingan Tim Ahli dilaksanakan pada tanggal 19 dan 20 Januari 2026 dengan menyasar desa-desa yang memiliki persentase stunting diatas 6%. Desa yang dimaksud diantaranya Desa Kedisan dengan jumlah balita stunting sebanyak 29 orang atau prevalensi stuntingnya 9%.  Desa Taro dengan sasaran  sebanyak 50 orang balita dengan prevalensi stunting di Desa Taro sebesar  8,8%.  Desa Pejeng kaja terdapat 25 balita yang terindikasi Stunting  dengan prevalensi  7,9%,   Desa Pupuan sebanyak 30 balita dengan prevalensi  7,8% Desa Manukaya dengan sasaran sebanyak 47 balita dengan prevalensi stunting 7,2% serta Desa Puhu juga Prevalensinya 7,2% dengan jumlah balita  sebanyak 20 orang. Desa Singakerta terdapat 40 orang balita terindikasi stunting dengan prevalensi sebesar  7,1% dan Desa Kelusa sebanyak 16 orang balita dengan prevalensi stuntingnya 6,8%. (LE-VJ)

Pos terkait