Denpasar, LenteraEsai.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali mengonfirmasi adanya dua kasus positif Super Flu atau influenza A (H3N2) subclade K yang ditemukan pada pasien di Kota Denpasar. Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik karena kedua pasien telah dinyatakan sembuh.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, menjelaskan bahwa kasus tersebut sebenarnya terjadi pada Oktober 2025. Informasi baru diterima belakangan karena proses pemeriksaan laboratorium rujukan nasional memerlukan waktu cukup lama.
“Sampel dikirim ke laboratorium nasional dan hasilnya memang baru keluar. Setelah kami telusuri, pasiennya dirawat pada Oktober dan saat ini sudah sembuh serta kembali beraktivitas normal,” ujarnya di Denpasar, Selasa.
Ia menyampaikan, kedua pasien merupakan laki-laki berusia sekitar 40 hingga 45 tahun. Keduanya tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dan sempat menjalani perawatan di RSUD Wangaya, yang menjadi rumah sakit sentinel untuk penanganan kasus influenza berat.
Dinkes Bali juga memastikan bahwa kedua pasien tidak memiliki hubungan keluarga maupun kontak erat satu sama lain. Setelah hasil positif diterima, pihaknya langsung melakukan penyelidikan epidemiologi, termasuk penelusuran terhadap anggota keluarga dan lingkungan sekitar pasien.
“Hasil penelusuran menunjukkan tidak ada warga di sekitar yang mengalami keluhan serupa,” kata Raka Susanti.
Saat dirawat, kedua pasien datang dengan gejala influenza yang disertai sesak napas atau radang paru. Mereka mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur dan ditempatkan di ruang isolasi sebagai langkah pencegahan.
Menurut Raka Susanti, keterlambatan hasil laboratorium membuat pemerintah daerah baru mengetahui temuan kasus ini setelah pasien dinyatakan sembuh. Meski demikian, Dinkes Bali tetap memperkuat sistem surveilans, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas, terutama terhadap pasien dengan gejala influenza berat.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Warga yang mengalami gejala flu diminta menggunakan masker dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Sepanjang 2025, Dinkes Bali telah mengirimkan 126 sampel dugaan influenza tipe A ke laboratorium rujukan nasional. Dari jumlah tersebut, hanya dua sampel yang dinyatakan positif Super Flu. Sementara itu, lima sampel tambahan yang dikirim pada November 2025 baru-baru ini dipastikan negatif.
Raka Susanti menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada status khusus terkait Super Flu di Bali. “Ini merupakan tipe influenza yang sudah lama dikenal, sehingga yang terpenting adalah meningkatkan kewaspadaan dini,” ujarnya. (LE-VJ)







