Mangupura, LenteraEsai.id – Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti, Senin, 4 Agustus 2025 memimpin rapat paripurna DPRD Badung. Ia didampingi dua wakil ketua, yakni AA Ngurah Ketut Agus Nadi Putra dan I Made Sunarta. Berlangsung di ruang rapat Utama Gosana Kantor DPRD Badung.
Rapat paripurna DPRD Badung kali dengan agenda tunggal. Yaitu jawaban pemerintah (eksekutif) atas pemandangan umum fraksi -fraksi DPRD Badung yang disampaikan dalam rapat paripurna 28 Juli 2025 lalu. Yakni menyangkut tiga rancangan peraturan daerah (ranperda) yang diajukan pemerintah (eksekutif): ranperda tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah semesta berencana Badung 2025-2029, ranpenda tentang perubahan atas Perda 7 tahun 2023 tentang pajak daerah dan retribusi daerah serta ranperda tentang rancangan perubahan kebijakan umum APBD serta perubahan prioritas dan plafon anggaran sementara Kabupaten Badung tahun 2025. Jawaban pemerintah itu disampaikan langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Semua saran, masukan dan kritikan DPRD Badung melalui fraksi dijawab secara normatif. Usai mengikuti rapat paripurna DPRD Badung menjawab awak media massa Bupati Adi Arnawa menjelaskan, bahwa secara esensi Dewan melalui pemandangan umum fraksi, sepakat dan mendukung program prioritas Pemkab Badung dibidang infrastruktur dalam lima tahun ini. Untuk mengatasi kemacetan di wilayah Kuta Selatan, Kuta, Kuta Utara dan Kecamatan Abiansemal.
“Kami juga akan mengembangkan transportasi laut. Misalnya wisatawan dari Bandara Ngurah Rai ke Canggu dan lainnya melalui laut. Itu akan mengurangi transportasi melalui darat, ” katanya.
Ditanya awak media massa mengenai penanganan sampah, Adi Arnawa mengakui penanganan sampah belum maksimal. Baik penanganan TPS3R di tiap desa, maupun yang ditangani Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Badung. Ia menyebut banyak pihak dtang menawarkan teknologi canggih pengolah sampah, tetapi belum yakin sebelum dibuktikan.
Ketua DPRD Badung Anom Gumanti menegaskan, bahwa apa yang disampaikan dalam pemandangan tiga fraksi ; F-PDIP, FGolkar dan Fraksi Gerindra sudah dijawab semua oleh bupati Badung. Dimana ketiga fraksi sepakat pemerintah fokus pada penanganan infrastruktur. Tetapi ia memprediksi selesai pembangunan insfrastruktur di satu titik wilayah, pasti akan berdampak di wilayah lainnya.
“Maka itu tiap tahun kami akan bersama eksekutif untuk tetap komit terhadap penanganan insfrastruktur,” katanya.
Mengenai penanganan sampah, Anom Gumanti mengatakan Badung menghadapi masalah besar. Apalagi pasca ditutupnya TPA Suwung. Penanganan sampah melalui TPS3R ada beberapa yang sudah jalan namun kemampuannya masih sekala kecil. Seperti TPS3R Seminyak (Kuta) dan Kurun (Kuta Selatan). Pihaknya mengharapkan OPD yang membidangi penanganan sampah bekerja keras mencari solusi.
Dalam rapat paripurna DPRD Badung pukul 14.00 Wita itu tidak tampak hadir Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta. Demikian pula sejumlah anggota dewan absen. Sidang paripurna lanjutan akan digelar Selasa, 5 Agustus 2025 pukul 15.00 Wita.
Pewarta: I Made Astra
Redaktur: Laurensius Molan







