Mangupura, LenteraEsai.id – Rapat paripurna DPRD Kabupaten Badung dipimpin ketuanya I Putu Parwata, Selasa, 16 Juli 2024 dapat menerima empat ranperda. Yakni Ranperda Kebijakan Umum APBD dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Badung 2025. Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2023. Juga Rencana Pembanguna Jangka Panjang (RPJP) Daerah Semesta Berencana Kabupaten Badung 2025-2045. Serta Ranperda Pelestarian Tanaman Lokal Bali yang merupakan inisiatif Dewan.
Ketua DPRD Badung Putu Parwata membuka rapat paripurna terakhir tahun kedua pukul 11.19 WITA. Dari 40 orang anggota DPRD Badung termasuk pimpinan, yang hadir 33 orang, sisanya 7 orang absen. Rapat dibuka dengan mengetokkan palu tiga kali. Hadir Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa dan jajaran OPD Pemkab Badung dan undangan lainnya.
Selanjutnya pimpinan rapat Ketua DPRD Badung Putu Parwata menugaskan Wakil Ketua I, Wayan Suyasa membacakan laporan hasil pembahasan Dewan terhadap ranperda yang diajukan pemerintah. Yakni Ranperda KUA-PPAS APBD Badung 2025. Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Badung 2023. Serta ranperda RPJP Daerah Semesta Berencana Kabupaten Badung 2025-2045.
Pembahasan dilakukan secara meraton, yakni rapat fraksi-fraksi, raker dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Badung, rapat paripurna pemandangan umum fraksi, rapat paripurna jawaban pemerintah dan rapat paripurna penutup. Dalam APBD Badung 2023, pendapatan dirancang Rp7,4 Triliun lebih, realisasi RP7,2 Triliun lebih (96, 51 %). PAD dirancang Rp6,5 Triliun lebih, realisasi Rp6,3 Triliun lebih (96, 55 ℅) dan seterusnya.
Sedang pada KUA -PPAS APBD Badung 2025 pendapatan dirancang Rp10,4 Triliun lebih. PAD dirancang Rp9,6 Triliun lebih. Belanja daerah dirancang Rp10,6 Triliun lebih, divisit Rp115,7 Miliar lebih. Seluruh ranperda dapat disetujui untuk dituangkan dalam berita acara kesepakatan bersama eksekutif dan legislatif.
Berikutnya, Ketua DPRD Badung Putu Parwata minta Sekretaris DPRD (Sekawan) Badung I Gusti Agung Made Wardika membacakan rancangan naskah kesepakatan. Tetapi pas pembacaan ini perangkat soundsystem mengalami sedikit gangguan. Suara tidak jelas karena storing. Tetapi kejadian itu tidak berlangsung lama.
Selanjutnya, Ketua DPRD Badung Putu Parwata meminta persetujuan anggota yang hadir. “Apakah ranperda yang diajukan pemeritah dapat disetujui? “Setujuuuu,” jawab anggota serempak. Terus diketok palu. Diteruskan penandatanganan nota persetujuan, dimulai dari pimpinan DPRD Badung kemudian Bupati Badung. Rapat paripurna DPRD Badung juga diisi sambutan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta.
Usai mengikuti rapat paripurna DPRD Badung, Bupati Badung Giri Prasta menyatakan, rapat keputusan rancangan APBD 2025 dan lainnya sudah berjalan dengan baik. Sebagai amanah konstitusi. Untuk itu pihaknya menyampaikan terimakasih pada anggota dan pimpinan DPRD Badung. Telah menghasilkan produk bersama untuk kesejahteraan masyarakat. Ditanya awak media massa tentang target PAD yang sangat tinggi, apakah yakin tercapai? Orang nomor 1 di Pemkab Badung itu menyatakan optimis target pendapatan itu akan mampu terealisasi. Karena kunjungan wisatawan terus dilihat per hari, mingu dan bulanan.
“Evaluasi triwulanan, target tercapai. Itu artinya kepercayaan wisatawan terhadap Bali dan Badung makin baik. Apalagi pihak Angkasa Pura dan Imigrasi terus berbenah, ” paparnya.
Ketua DPRD Badung Putu Parwata kepada awak media massa mengatakan, mengapresiasi pemerintah dengan rancangan KUA-PPAS APBD 2025 memasang angka Rp10,4 Triliun lebih. Belanja Rp10,6 Triliun lebih, mengalami divisit Rp Rp115,7 Miliar lebih. Divisit itu akan ditutupi dengan Silva TA 2024.
“Kami percaya dan yakin target pendapatan yang dirancang bisa tercapai. Sehingga kebutuhan masyarakat di tahun 2025 seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur akan bisa dipenuhi. Kami percaya apalagi Badung sudah 12 kali meraih penilaian WTP dari BPK,” tandasnya dengan suara tegas dan mantap.
Pewarta: I Made Astra
Redaktur: Laurensius Molan







