judul gambar
Derap NusantaraHeadlines

Polisi Minta Warga Waspadai Penipuan Lewat Modus Aplikasi Perjodohan

Malang, 11/6 (ANTARA/LE) – Kepolisian Resor (Polres) Malang meminta warga, khususnya di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, untuk mewaspadai praktik penipuan yang berawal dari perkenalan melalui aplikasi perjodohan di media sosial.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat dalam jumpa pers di Mapolres Malang, Kepanjen, Jawa Timur, Selasa (11/6/2024) mengatakan, pihaknya baru saja mengungkap kasus penipuan terhadap wanita korban berinisial ANI (42), di mana pelakunya mengaku sebagai pegawai pada Kantor Pajak Pratama Surabaya.

“Korban dan pelaku berkenalan melalui sebuah aplikasi perjodohan. Tersangka mengaku sebagai duda dan bekerja di Kantor Pajak Pratama Surabaya,” kata Gandha.

Gandha menjelaskan, dalam kasus yang diungkap Satreskrim Polres Malang tersebut, pelaku berinisial BDA alias THU (52), pada 17 Mei lalu datang ke wilayah Arjosari, Kota Malang untuk menemui korban. Kepada korban, pelaku menyatakan tertarik untuk membeli sebuah rumah dan lahan di wilayah Kabupaten Malang.

Berkaitan dengan itu, korban ANI mengajak pelaku untuk menuju rumah rekan korban yang akan dijual di wilayah Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Tiba di rumah tersebut, pelaku dan korban berencana membersihkan rumah yang akan dibelinya itu.

Sebelum aksi bersih-bersih dilakukan, korban ANI keluar rumah atau meninggalkan tempat itu untuk suatu urusan lain, dengan meninggalkan mobil miliknya yang dikendarainya bersama pelaku dari Arjosari, Kota Malang. Melihat itu, pelaku BDA langsung menghidupkan mesin dan membawa lari mobil jenis sedang tersebut tanpa sepengetahuan korban, ujar Gandha.

Kasatreskrim mengungkapkan, pihak yang kemudian mendapat laporan, langsung melakukan upaya peburuan hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap polisi di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur.

“Pelaku ditangkap di Sidoarjo, kendaraan milik korban disita di wilayah Pati, Jawa Tengah. Mobil berada di rumah kolega pelaku dan belum sempat dijual,” katanya.

Berdasarkan keterangan pelaku, lanjut Kasatreskrim, ia mengaku telah dua kali melakukan aksi penipuan yang bermula dari perkenalan dengan para korban lewat aplikasi perjodohan. Korban pertama yang adalah warga di wilayah Jawa Tengah, diminta untuk menyerahkan sejumlah uang. “Korban kedua, ya wanita berinisial ANI ini,” ucapnya.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya adalah satu unit mobil, satu telepon genggam, satu kartu tanda pengenal Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Tersangka dijerat dengan Pasal 363 ke-5 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara.

Kasatreskrim Gandha mengingatkan warga masyarakat untuk berhati-hati dalam berkenalan dengan orang baru melalui aplikasi perjodohan di media sosial. Pelaku biasanya memiliki banyak cara untuk membujuk korban yang pada akhirnya menyebabkan kerugian.

“Bagi masyarakat, mohon berhati-hati saat berkenalan dengan orang baru. Jangan sampai iming-iming, bujuk rayu dan tipu muslihat yang dilancarkan penjahat, malah merugikan diri kita,” katanya, menyampaikan. (ANT/LE)

Lenteraesai.id