‘Yeh Buleleng’, Air Minum Kebanggaan Buleleng yang Tetap Eksis Setelah 20 Tahun Berdiri

Direktur Utama PT Tirta Mumbul Jaya Abadi Nyoman Arta Widnyana bersama Kepala Bagian Jaminan Mutu Made Agus Widiana pada acara Podcast Bincang Komunikasi, Selasa (30/4). (Foto: Kominfosanti Buleleng)

Singaraja, LenteraEsai.id – Memiliki misi yang mulia untuk mengangkat brand produk lokal sesuai identitasnya, air minum dalam kemasan (ADK) ‘Yeh Buleleng’ berhasil mempertahankan eksistensinya selama 20 tahun sejak berdiri dan mulai dipasarkan.

Pada sebuah acara Podcast Bincang Komunikasi di Singaraja, Selasa (30/4/2024), Direktur Utama (Dirut) PT Tirta Mumbul Jaya Abadi Nyoman Arta Widnyana, didampingi Kepala Bagian Jaminan Mutu Made Agus Widiana, menyoroti perjalanan panjang produk ini.

Bacaan Lainnya

Nyoman Arta mengungkapkan, munculnya ADK ‘Yeh Buleleng’ bermula dari penemuan sumber air minum Mumbul Singaraja pada 2024 yang tampaknya kurang dimanfaatkan. Karenanya, Arta yang ketika itu menjabat sebagai Dirut PDAM Buleleng, mulai timbul niat untuk mengembangkannya.

Bersama tim khusus, Arta mulai melakukan berbagai inovasi dalam pengelolaan air, termasuk juga melakukan penjajagan ke perusahaan ADK yang ada di luar Bali. Tidak hanya itu, mulai dirintis pula model kemasan berupa galon pada awalnya, hingga akhirnya PDAM Buleleng berhasil menjadi perusahaan daerah pertama yang berhasil mengelola ADK di Indonesia.

Bersamaan dengan itu, tidak sedikit penghargaan yang menyusul diraih,  termasuk banyak perusahaan lain yang datang untuk studi banding ke perusahaan ADK ‘Yeh Buleleng’.

“Keberhasilan produk ini tidak lepas dari kualitasnya yang terjamin dengan mendapatkan label SNI dan BPOM,” kata Nyoman Arta, berbangga.

Hal ini menjadikan ADK ‘Yeh Buleleng’ sebagai pilihan alternatif utama bagi masyarakat Buleleng pada khususnya dan dijamin higienisnya. Meskipun telah mengalami perjalanan yang panjang, perusahaan ini terus berupaya memperluas jangkauan pemasaran dan menjaga mutu produk, salah satunya melalui strategi marketing mix (Product, Price, Place, Promotion).

Nyoman Arta menegaskan, sejak ditetapkan menjadi persero, PT Tirta Mumbul Jaya Abadi menjadi anak perusahaan PDAM Buleleng yang saat ini berganti nama menjadi Perumda Tirta Hita Buleleng. Di mana setiap tahunnya perusahaan ini menyumbangkan laba untuk menambah PAD demi pembangunan masyarakat Buleleng sebagai bentuk kontribusi nyatanya bagi pemerintah.

Ditambahkan, keterlibatan perusahaan dalam Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN) juga memberikan jaminan atas kualitas dan keamanan produk. Untuk itu, Arta juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk lokal dengan mengkonsumsi ADK ‘Yeh Buleleng’.

Dengan konsistensi yang terjaga, ‘Yeh Buleleng’ tidak hanya menjadi kebanggaan Bali, tetapi juga memberikan inspirasi bagi produk lokal lainnya untuk terus berkembang dan eksis di pasar. Hal itu terlihat dari banyaknya distributor di daerah Bali yang minta untuk disuplai air kemasan ini.

“Mari masyarakat Buleleng pada khususnya, dan Bali pada umumnya untuk bangga produk buatan sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihannya. ‘Yeh Buleleng’ air minum kita bersama. Jele melah lan gelahang,” ujar Nyoman Arta, menyampaikan.

Pewarta: Vika Jantika
Redaktur: Laurensius Molan

Pos terkait