Seririt, LenteraEsai.id – Nasib malang dialami perempuan bernama Ny Made Sukeni (60) asal Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Sebelumnya, hari demi hari Ny Sukeni memiliki harapan menggembirakan menunggu masa panen kucit (anak babi) untuk siap dijual, ternyata malah dilarikan maling pada Senin (15/1/2024) dini hari.
“Kucit yang dicuri berjumlah lima ekor, sudah berumur empat bulan. Kalau dijual, harga per ekor adalah Rp 700.000. Tadinya sudah ‘deal’ dengan pembeli yang dipanggil Pak Dewa, yang mengaku akan mengambil kucit yang dibelinya tanggal 14 Januari 2024 kemarin. Ternyata Pak Dewa berhalangan, dan tahunya kucit malah keburu dibawa kabur pencuri,” ujar Sukeni didampingi putrinya Dayu Martini, dengan wajah sedih.
Menurut Ny Sukeni, tadinya dirinya berharap hasil penjualan kucit itu untuk biaya berobat suaminya, yang sudah bertahun-tahun sakit terkena stroke. “Memang harapan utama jual kucit untuk biaya mengobatkan suami, dengan harapam bisa berjalan dan beraktivitas normal seperti semula. Namun apa daya malah jadi seperti ini. Kucit yang sudah dipesan orang dan kami tinggal menunggu bayaran, malah malam itu digondol maling,” ujar Ny Sukeni dengan nada terpatah-patah menahan kepiluan hatinya.
Dia melanjutkan, selain untuk biaya berobat suaminya, rencana lainnya dari hasil penjualan kucit adalah untuk memperbaiki pagar rumah yang sudah mulai rusak. Kalau pagar rumah sudah diperbaiki, tentu supaya kondisi rumah dapat lebih aman. Apalagi beberapa orang cucunya masih kecil-kecil, sehingga perlu memiliki pagar pekarangan rumah yang kokoh supaya tidak bisa sembarangan keluar rumah tanpa pengawasan.
Atas kehjadian tersebut, keluarga Ny Sukeni telah melaporkannya kepada pihak Polsek Seririt, di mana hari itu juga petugas Unit Reskrim dan Bhabinkamtibmas terlihat turun ke tempat kejadian guna melakukan penyelidikan.
Pewarta: Anom Wijaya
Redaktur: Laurensius Molan







