Mataram, LenteraEsai.id – Gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (26/12) pagi pukul 06.47 Wita, tidak dilaporkan telah menimbulkan korban maupun ada bangunan fisik yang mengalami kerusakan.
Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut berkekuatan M=3,5, sementara episenternya terletak pada koordinat 8,49° LS, 115,83° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 37 km tenggara Karangasem, Bali pada kedalaman 19 km.
Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho SE SSi mengungkapkan, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut.
Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Tengah, Provinsi NTB sebesar II-III pada Skala MMI. Yakni guncangan dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu.
Cahyo Nugroho menyebutkan, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.
Kepada masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. Selain itu juga diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg, kata Cahyo Nugroho, mengingatkan.
Pewarta: Pande Aubade
Redaktur: Laurensius Molan







