Lamongan, LenteraEsai.id – Seekor sapi mati terpanggang hidup-hidup bersamaan dengan sebuah kadang hewan berkaki empat itu hangus terbakar pada Minggu (12/11/2023) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.
Sebuah kandang sapi milik Tawar Utomo (46) di Dusun Tlatah, Desa Barurejo, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terbakar hingga membangunkan penduduk yang masih terlelap tidur pada dini hari yang masih cukup gelap itu.
Tidak hanya penduduk Dusun Tlatah, namun Serda Hendro selaku Babinsa Sambeng yang mendapat informasi, juga harus segera melumcur ke tempat kejadian untuk bersama-sama dengan warga dan petugas Bhabinkamtibmas, bahu-membahu berupaya memadamkan kobaran api.
Dengan alat seadanya, antara lain berupa sejumlah ember yang berisi air, dengan sigap petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas bersama warga menyiramkan air ke bagian kandang yang terbakar, hingga lidah api dapat ‘diputuskan’ untuk tidak merembet ke rumah-rumah penduduk yang ada di sekitarnya.
Bersyukur, dalam waktu yang tidak terlalu lama, amuk di jago merah dapat ditangani secara bersama-sama, sehingga hanya sebagian kadang berikut seekor sapi ‘penghuni’ kandang yang hangus dilapap kobaran si jago merah.
Ditemui di tempat kejadian, Serda Hendro mengatakan atas kesigapan pihaknya bersama sejumlah warga setempat, kobaran api berhasil dijinakkan untuk tidak sampai merember ke tempat lain yang cukup padat dengan rumah pemukiman penduduk.
“Ya kami berhasil meminimalisir terjadinya kebakaran di Dusun Tlatah, Desa Barurejo ini,” ujarnya sambil menghela napas dengan hampir seluruh busananya basah kuyup setelah menyiramkan air dalam jumlah yang cukup banyak.
Hanya berbekal ember berisikan air, ternyata bisa menghambat laju si jago merah untuk tidak menjalar ke tempat atau bangunan lainnya. “Beruntung ada Pak Babinsa cepat datang dan langsung membantu kami memadamkan kobaran api,” kata Tawar Utomo, si pemilik kandang sapi.
Dalam musibah tersebut tidak dilaporkan menelan korban jiwa maupun luka-luka dari pihak penduduk, terkecuali seekor api yang tengah berada dalam kadang mati terpanggang.
Pewarta: Wahyu
Redaktur: Laurensius Molan







