Denpasar, LenteraEsai.id – Mewakiki Wali Kota Denpasar, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar I Made Toya membuka giat Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi pengelola LPD di Kota Denpasar, di Hotel Grand Santhi Denpasar, Selasa (31/10/2023).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wujud dukungan Pemerintah Kota Denpasar kepada desa adat sebagai pemilik Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Sehingga dengan peningkatan kualitas pengelolaan LPD secara menyeluruh diharapkan dapat mendukung penguatan LPD dan kemajuan desa adat.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas DPMD Kota Denpasar I Wayan Budha, Kepala Bank BPD Bali Cabang Utama Denpasar I Made Sudarma, Koordinator LPLPD Kota Denpasar, pimpinan Kantor Akuntan Publik, Ketua BKS LPD Kota Denpasar serta undangan lainnya. Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber yang sudah berkompeten di bidang pengelolaan LPD, yakni Dr Luh Kadek Budi Martini SE MM, Prof Dr I Wayan Ramantha SE MM Ak CPA dan Komang Bayu Baruna SE MM Ak CA.
Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar I Made Toya mengatakan, Pemkot Denpasar terus mendukung penguatan desa adat dan peningkatan kualitas pengelolaan dan pelayanan LPD. Hal ini dilaksanakan melalui berbagai program yang salah satunya dengan bimbingan teknis bagi pengelola LPD di Kota Denpasar ini.
“Kami berharap peserta dapat mengikuti kegiatan sesuai bingkai regulasi yang ada, sehingga ke depannya LPD terus tumbuh dan berkembang serta berdaya saing,” ujar Made Toya.
Lebih lanjut dijelaskan, setiap desa adat di Bali memiliki lembaga keuangan bernama LPD sebagai penyangga tumbuh kembangnya budaya desa adat. Hal ini mengingat dalam tatanan kehidupan masyarakat Bali tak bisa lepas dari adat budaya berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.
Made Toya menuturkan, gagasan Prof Dr Ida Bagus Mantra membentuk lembaga keuangan penggerak roda ekonomi masyarakat adat di Bali sangat dirasakan manfaatnya hingga saat ini. Di mana, LPD berperan menjalankan fungsi pengelolaan sumber daya keuangan milik desa adat dalam bentuk simpan pinjam dan keperluan pembiayaan kehidupan krama desa adat. Selain juga memiliki fungsi sosial kultural mempertahankan adat budaya Bali.
Karenannya, kata Made Toya, berkembangnya LPD di Bali tidak menutup munculnya dinamika terkait tata kelola yang profesionalitas, berintegritas dan bertanggung jawab. Peningkatan kualitas pengelola LPD dengan budaya yang lebih kompeten tanpa melupakan fungsi kulturalnya harus terus dilaksanakan, dan melalui kegiatan Bimbingan Teknis ini menjadi cerminan langkah awal dukungan Pemkot Denpasar terhadap desa adat dan LPD.
Sementara Kepala Dinas DPMD Kota Denpasar I Wayan Budha mengatakan, jumlah peserta daalam kegiatan bimtek pengelola LPD kali ini sebanyak 70 orang yang berasal dari 35 LPD di Kota Denpasar. Di mana dari masing-masing LPD diambil dua orang peserta untuk mendapatkan bimbingan teknis.
“Tujuan kegiatan ini tentu saja untuk meningkatkan wawasan pengelola LPD dalam memahami konteks kondisi permasalahan kredit, mengelola administrasi, pengawasan, audit di lingkup LPD dan pengembangan LPD ke depannya. Kegiatan ini akan terus kami evaluasi pelaksanaannya agar berkembang ke program lainnya bagi desa adat dan LPD,” ujar Wayan Budha.
Salah seorang peserta bimtek, Komang Gede Satrya Wibawa dari LPD Desa Adat Pohgading menyatakan menyambut baik diadakannya bimtek bagi para pengelola LPD di Kota Denpasar kali ini.
“Tentu saja ini adalah program yang sangat baik dari Pemkot Denpasar bagi kami para pengelola LPD di desa adat. Melalui bimtek ini dapat meningkatkan motivasi kami dalam meningkatkan wawasan terkait pengelolaan LPD yang lebih profesional namun tidak meninggalkan sisi budaya,” katanya seraya mengharapkan pelatihan bagi pengelola dan staf teknis LPD seperti ini dapat terus diselenggarakan di masa mendatang.
Pewarta: Pande Aubade
Redaktur: Laurensius Molan







