Tingkatkan Rekognisi Internasional, FK Unud Perkuat Kerja Sama dengan Australian National University

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana melakukan kunjungan kerja sama dengan Australian National University (ANU), di Canberra, Australia, Rabu (18/10). (Foto: Unud)

Australia, LenteraEsai.id – Sebagai bagian dari upaya internasionalisasi institusi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana pada 16-18 Oktober 2023 melakukan kunjungan untuk eksplorasi potensi dan penjajakan perkembangan Memorandum of Understanding (MoU) untuk pendidikan, penelitian dan capacity building dengan ANU College of Health and Medicine (CHM), ANU School of Medicine and Psychology (SMP), dan ANU National Centre for Epidemiology and Population Health (NCEPH) di Canberra, Australia.

ANU merupakan salah satu universitas yang masuk dalam pemeringkatan QS-100 (peringkat 34 global). Beberapa poin penting yang didiskusikan pada kegiatan kunjungan itu adalah peluang kerja sama penelitian terkait public health, primary health care dan human/health security antara Australia dan Indonesia; peluang kerja sama pendidikan meliputi pertukaran mahasiswa sarjana, studi elektif untuk profesi dokter, joint supervisory, shared PhD training, course co-development, joint field epidemiology, dan visiting academics; Capacity building opportunity meliputi inovasi teaching melalui skill transfer, dan pertukaran staf dosen.

Bacaan Lainnya

Dekan FK Unud Prof Komang Januartha Putra Pinatih diterima langsung oleh Prof Christine Phillips (CHM), Prof Paul Fitzgerald (SMP Director), Associate Prof Alex Webb (Medical Program ANU SMP), Prof Tony Steward dan Dr Matthew Kelly (keduanya dari NCEPH ANU).

Dari pihak FK Unud, yang turut mendampingi kunjungan Dekan FK Unud adalah dr AA Sagung Sawitri, dr Putu Cintya Denny Yuliyatni, dr I Made Dwi Ariawan, dan dr I Nyoman Sutarsa.

Kegiatan kunjungan ini mendapat dukungan dan juga sebagai bagian dari kegiatan hibah penelitian KONEKSI, hibah penelitian INA-RH, dan hibah penelitian INSPIRE, yang banyak melibatkan peneliti FK Unud dan peneliti ANU.

Peliput: NPA Vika Jantika
Redaktur: Laurensius Molan

Pos terkait