Resmi Ditutup, Festival Bahari 2023 Sukses Re-branding Pantai Samigita

Sukses Digelar, Festival Bahari Ke-5 Resmi Ditutup. (Foto: Dok. Pemkab Badung)

Mangupura, LenteraEsai.id – Festival Bahari ke-5 tahun 2023 yang digelar selama 4 hari, secara resmi ditutup pada Rabu 4 Oktober 2023. Festival yang dipusatkan di kawasan Pantai Kuta, Kabupaten Badung itu, sukses digelar sebagai upaya re-branding destinasi Pantai Seminyak, Legian, dan Kuta (Samigita) dengan wajah baru pascarevitalisasi.

Dengan mengangkat tema ‘Kuta Accolade (Apresiasi untuk Kuta)’, kegiatan itu juga sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya ke destinasi Pantai Samigita di wilayah Kabupaten Badung.

Bacaan Lainnya

Festival Bahari kali ini dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 1 sampai 4 Oktober 2023. Kegiatan terdiri atas pementasan musik, stand pameran serta competitions. Untuk competitions di antaranya: Surfing Competition, Fruit & Vegetables Carving Competition, Dragon Boat Competition, Wall Climbing Competition, Skateboard Competition dan Body Painting Competition, dengan hadiah ratusan juta rupiah.

Ditemui usai menutup kegiatan, Kadis Pariwisata Badung I Nyoman Rudiarta, menyampaikan apresiasi atas partisipasi dari para atlet khususnya. Karena dalam festival bahari ini, tidak hanya melaksanakan kegiatan pameran dan promosi secara offline serta pameran ekonomi kreatif, namun ada juga kompetisi yang digelar.

“Ada sebanyak 6 kegiatan yang dilakukan. Meski di area Pantai Samigita tidak memiliki venue, namun antusias dari atlet-atlet, khususnya di kegiatan wall climbing atau panjat tebing sangat tinggi,” katanya, bersemangat.

Ia berharap ke depan bisa disiapkan untuk venue panjat tebing ini. Karena saat ini, Pemerintah Kabupaten Badung sedang gencar untuk mempromosikan kawasan Pantai Samigita sebagai destinasi sport tourism, dari sebelumnya yang lebih dikenal sebagai destinasi atau daya tarik nonton sunset atau matahari terbenam.

“Ke depan kami akan mengarahkan kawasan Pantai Samigita untuk sport tourism. Yang mana dari Pemerintah Kabupaten Badung saat ini bahkan telah membangun fasilitas penunjang, seperti jogging track, skatepark. Tentu ini akan semakin menarik antusias kunjungan, apalagi wisatawan juga menyukai ini,” ucapnya.

Lebih lanjut Rudiarta menyampaikan, pariwisata merupakan sektor unggulan dan sebagai sumber pendapatan Kabupaten Badung, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus untuk terwujudnya sustainable tourism dan quality tourism. Dikatakan, event Festival Bahari 2023 ini juga dimaksudkan untuk melakukan re-branding destinasi Pantai Samigita.

Selain itu, melalui gelaran ini pihaknya juga mengajak beberapa pemerintah kabupaten/kota di Indonesia yang telah menjalin kerja sama di bidang kepariwisataan dengan Pemerintah Kabupaten Badung, untuk ikut berpartisipasi dalam event ini.

Event ini juga bertujuan menyakinkan khayalak dunia bahwa pariwisata di kawasan Samigita telah bangkit dan layak untuk dikunjungi pascarevitalisasi pantai serta pascapandemi Covid-19. Selain itu juga sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi Samigita dan Kabupaten Badung pada umumnya, serta menciptakan event tahunan yang bertaraf internasional dan diharapkan dapat menjadi ikon pariwisata Kabupaten Badung.

Rudiarta mengatakan, Festival Bahari yang sebelumnya digelar tersebar di beberapa lokasi di Badung, untuk tahun ini dipusatkan di Kuta. Karena pihaknya ingin me-rebranding kembali destinasi Pantai Samigita dengan apa yang telah dilakukan, yakni berupa penataan-penataan atau revitalisasi.

“Ini kita tampilkan untuk menunjukkan wajah kita setelah penataan yang baru. Besar harapan kita ini bisa menjadi ajang promosi. Dan ajang Festival Bahari ke depan, pasti kita akan gelar di masing masing kecamatan,” ujarnya.

Namun demikian, yang perlu disempurnakan lagi adalah aksesibilitas. Karena untuk datang sampai ke lokasi kegiatan, tahta harganya cukup besar akibat kemacetan arus lalu lintas. “Namun inilah bukti bahwa destinasi di Kuta sudah mulai ramai kembali,” katanya, menyampaikan.  (LE/Vik)

Pos terkait