Medan Berat, Petugas Sulit Padamkan Api di Lereng Gunung Agung

Kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. (Foto: Dok. BNBP)

Karangasem, LenteraEsai.id – Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi sejak Rabu (27/9) siang lalu di dua titik berbeda di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali. Petugas gabungan setempat hingga Jumat (29/9/2023) ini masih bekutat melakukan upaya pemadaman di wilayah terdampak.

Pusat Pengendalian Operasi Kabupaten Karangasem melaporkan, kebakaran hutan dan lahan menimpa kawasan lereng bagian atas Gunung Agung, serta di wilayah Resort Pengelolaan Hutan atau RPH Daya yang berada pada Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengeloaan Hutan Bali Timur.

Bacaan Lainnya

Kebakaran di lereng Gunung Agung  pertama kali teridentifikasi pada Rabu siang. Peristiwa ini berada di Dusun Juntal, Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

Informasi tersebut pertama kali dilaporkan Babinsa Kubu, yang menyebutkan adanya asap tebal di bagian lereng gunung. Pihak BPBD setempat merilis, belum diketahui penyebab timbulnya percikan api yang dalam waktu tidak lama terus membesar dan meluas.

Kawasan yang terbakar merupakan hutan lindung di lereng atas Gunung Agung. Titik api berada jauh dari pemukiman warga, atau di sekitar tapal batas lahan pertanian milik penduduk.

Tim gabungan yang berusaha untuk memadamkan api berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem, RPH Kubu, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan masyarakat setempat.

Namun demikian, upaya pemadaman mengalami kesulitan sehubungan  akses jalan menuju titik api sangat sulit untuk dapat ditempuh karena medannya yang begitu berat. Selain itu, lokasi kawasan terbakar berada jauh di lereng bagian atas gunung yang cukup terjal.

Sementara kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Resort Pengelolaan Hutan atau RPH Daya, berada pada Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengeloaan Hutan Bali Timur. Kebakaran terjadi di kawasan Dusun Belong, Desa Ban dan Dusun Juntal, Desa Kubu. Kedua desa ini berada di Kecamatan Kubu.

Pantauan pada Kamis (28/9) malam pukul 20.25 Wita, RPH Kubu menginformasikan ada satu titik api di wilayahnya, sedangkan RPH Daya menyebut dua titik api di seputaran hutan Dusun Belong, Desa Ban.

Pemadaman karhutla di wilayah tersebut dilakukan oleh personel RPH Daya, Bhabinkamtibmas Desa Ban, Babinsa Desa Ban, anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Bukit Anyar, dan masyarakat setempat.

Menurut laporan, api menyebar ke wilayah bawah, utara dan barat laut. Namun, upaya pemadaman difokuskan pada wilayah utara, sedangkan pemadaman di sisi barat laut terhambat jarak yang jauh dan medan yang terjal.

Identifikasi dari petugas, kawasan terbakar mencakup tanaman seperti sonokeling, akasia, rumput kering, dan semak belukar. Pada Kamis (28/9) malam, sebagian titik api berhasil dikendalikan. Sementara beberapa titik masih menyala karena posisi yang sulit dan angin kencang.

Pemadaman juga tertunda karena waktu menjelang malam sehingga pemadaman dilanjutkan pada keesokan harinya. Meskipun upaya pemadaman dihentikan sementara, pemantauan kebakaran tetap dilakukan petugas.

Estimasi luas kebakaran di wilayah RPH Daya sekitar 80 hektar, sedangkan kerugian material dan lingkungan masih dalam perhitungan. Otoritas RPH masih menginvestigasi penyebab karhutla yang terjadi di wilayah RPH Kubu, kemudian merabat ke wilayah RPH Daya.  (LE/Vik)

Pos terkait