Kodam Brawijaya Rampungkan 1.650 Rumah dan Ratusan Jamban di Jawa Timur

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf disambut tarian serangkaian upacara penutupan Program RTLH dan Jambanisasi yang dipusatkan di Kabupaten Mojokerto. (Foto: Pendam Brawijaya)

Mojokerto, LenteraEsai – Sebanyak 1.650 unit RTLH dan 210 jamban yang dibangun untuk masyarakat kurang mampu di wilayah Jawa Timur, proses pengerjaan telah selesai dilakukan jajaran Kodam V/Brawijaya.

Rampungnya pekerjaan tersebut mendapat aperesiasi dari Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf terhadap prajurit Kodam Brawijaya dan pihak lain yang selama ini turun ke lapangan, ke tengah-tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

Pangdam menyampaikan hal itu saat menutup Program RTLH dan Jambanisasi yang dilakukan secara terpusat di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada Kamis (7/9/2023).

Alokasi sebanyak 1.650 unit RTLH itu terserbar di 10 kabupaten di Jawa Timur, di antaranya Kabupaten Tulungagung, Blitar, Bojonegoro, Mojokerto, Malang, Lumajang, Bondowoso, Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, ujar Mayjen Farid Makruf.

Selain RTLH, kata Pangdam, juga tedapat program jambanisasi sebanyak 210 unit. Untuk program jambanisasi itu dilakukan di dua daerah, yakni di Kabupaten Magetan dan Kediri, dengan sasaran masyarakat kategori rumah tangga kurang mampu.

Proses pelaksanaan program Bakti TNI RTLH dan Jambanisasi, lanjut Pangdam, berhasil dikerjakan sesuai dengan RAB yang telah ditentukan. Hasilnya pun, sesuai dengan yang diharapkan.

“Harapan saya, semoga dengan selesainya RTLH dan jambanisasi ini, bisa bermanfaat dan berdampak besar bagi kehidupan masyarakat, serta dapat meningkatkan harkat dan martabat keluarga penerima program tersebut,” ucapnya, mengharapkan.

Pangdam menambahkan, keberhasilan pelaksanaan program tersebut tentunya tak lepas dari adanya sinergitas yang dilakukan oleh prajurit Kodam. Selain melibatkan Pemda, proses pengerjaan program itu juga tak luput dari peran masyarakat.

“Teciptanya gotong-royong ini, mampu menghasilkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat guna menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara,” ujar Pangdam, menegaskan. (LE/Jet)

Pos terkait