Buleleng, LenteraEsai.id – Sekeha Beleganjur Alangen Adhimukti Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, tampak begitu lincah dan terampil dalam mempertontonkan tabuh beleganjur di hadapan para pejabat dan Tim 9 Provinsi Bali yang datang untuk melakukan penilaian dan pembinaan pada Jumat (12/5/2023) sore.
Tim 9 Provinsi Bali bersama Pj Bupati Buleleng yang diwakili Kadis Kebudayaan Kabupaten Buleleng Nyoman Wisandika, hadir melakukan penilaian dan pembinaan sehubungan Sekeha Beleganjur Alangen Adhimukti ditunjuk sebagai duta Kabupaten Buleleng untuk tampil mempertunjukkan tabuh beleganjur di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) XLV di Denpasar, Juli 2023 mendatang.
Di hadapan sekeha dan warga masyarakat setempat, Kadis Wisandika menyampaikan permohonan maaf karena Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana berhalangan hadir pada sore ini, sehubungan ada tugas dinas ke Jakarta. “Saya yang mewakili Bapak Pj Bupati yang sedang bertugas ke Jakarta, sangat berharap Sekeha Alangen Adhimukti mampu tampil maksimal dan dapat mengharumkan nama Buleleng di arena PKB nanti,” ujar Wisandika, mengharapkan.
Turut serta habir menyaksikan tabuh kreasi dari sekeha tersebut, antara lain putra daerah yang kini menjadi anggota DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana SP, anggota DPRD Buleleng Nyoman Sukarmen, Camat Busungbiu, Jro Klian Desa Adat, Perbekel, tokoh masyarakat Gede Aman Rudi Sulantara dan lain-lain.
Kadek Swartana Ssn, penata tabuh Sekeha Beleganjur Alangen Adhimukti memaparkan, gamelan beleganjur yang ditampilkan sore itu diberi judul ‘Pasehan Magelung’ yang terinspirasi dari spirit Pura Kayehan sebagai stana Maha Ibu Dalem Segara yang ada di Desa Busungbiu.
‘Pasehan Magelung’ mengandung arti anugerah cinta kasih semesta alam yang patut disyukuri. Di samping itu pula, sejak zaman dahulu kala segala tirta dari Pura Kayehan dipergunakan dalam segala ritual Panca Yadnya agama Hindu di Desa Busungbiu yang pada mulanya bernama Busungmegelung, ucapnya.
Di akhir pertunjukan, Komang Sukarya, anggota Tim 9 Provinsi Bali, menyampaikan bahwa pihaknya akan merasa berbahagia jika nantinya Sekeha Alangen Adhimukti mampu tampil dengan taksu yang memiliki jiwa, sehingga gamelan menjadi hidup dan mampu menggetarkan kalbu setiap insan masyarakat Bali dan pengunjung lain yang menyaksikannya di arena PKB.
“Tim 9 Provinsi Bali akan tetap independen kepada semua peserta kontestan sebagai duta kabupaten dan kota se-Bali yang nantinya tampil adu kreasi di arena PKB di Denpasar pada bulan Juli mendatang,” ucapnya, menjelaskan.
Sementara jubelan warga masyarakat Desa Busungbiu nampak begitu antusias dan sepertinya berbangga hati menyaksikan seni tabuh beleganjur yang ditampilkan putra-putri di desanya yang begitu memukau. Betapa tidak, tepuk tahan penonton membahana pada setiap segmen tabuh yang diiringi tari kreasi, yang mereka nilai muncul dengan menghentak rasa.
Guna tampil lebih maksimal pada saatnya nanti, Kariyasa Adnyana sempat mengingatkan agar setiap anggota sekeha yang terlibat, mampu menjadi diri dan kesehatan. “Tolong jaga kesehatan lahir bathin untuk nanti bisa tampil optimal di arena PKB,” ucapnya, berpesan.
Ia juga mengharapkan sekeha tabuh beleganjur mampu menunjukkan ciri khas Busungbiu dan Buleleng dengan rasa ‘jengah’, sehingga pada gilirannya mampu ‘menggetarkan’ Bali. Pada kesempatan itu, Kariyasa Adnyana menyerahkan punia pribadi sebesar Rp10 juta yang diterima langsung oleh Kelian Desa Adat Busungbiu, Jro Gede Yasa.
“Tiang atas nama krama Desa Adat Busungbiu menghaturkan terima kasih tak terhingga kepada Tim 9, Pemkab Buleleng, Pak Kariyasa Adnyana, tokoh masyarakat, seluruh suporter serta para donatur dan calon donatur yang tidak dapat tiang sebutkan satu persatu. Semoga Ida Sang Hyang Parama Kawi memberikan wara nugraha kepada kita semua,” kata Jro Gede Yasa, menyampaikan. (LE/Nom)







