Karangasem, LenteraEsai.id – Serangkaian Dies Natalis ke-36, STKIP Agama Hindu Amlapura menggelar Jalan Santai dengan melibatkan sebanyak 1.000 peserta pada Jumat (4/11/2022). Di mana peserta yang terlibat merupakan seluruh sivitas akademika STKIP Agama Hindu Amlapura dan para dosen.
Gelaran acara dibuka oleh Bupati Karangasem I Gede Dana, yang dengan cekatan datang mengayuh sepeda dari rumah kediamannya ke lokasi acara di Lapangan Tanah Aron Amlapura. Bupati ‘menggenjot’ sepeda gayung juga berkaitan dengan digencarkannya hari Jumat Krida.
Pelepasan burung dara oleh Bupati Gede Dana yang didampingi pimpinan serta dosen STKIP Agama Hindu Amlapura menandai pembukaan gelaran acara jalan santai pagi itu. Rute jalan yang ditempuh para peserta mulai dari start di Lapangan Tanah Aron, langsung menuju Kuburan Cina- Pertigaan Abang kemudian kembali lagi ke Lapangan Tanah Aron.
Ketua STKIP Agama Hindu Amlapura Wayan Dwija di sela-sela kegiatan mengatakan, sebagai profil dari mahasiswa STKIP Agama Hindu dituntut memiliki kecerdasan dalam artian yang lengkap, yakni intelektual, batiniah, emosi dan kebugaran fisik.
“Di kegiatan jalan santai kali ini kita sasar bagaimana menjaga kebugaran fisik. Tak hanya itu, kegiatan lainnya yang melibatkan kebugaran fisik nantinya juga akan digelar, seperti lomba-lomba antarmahasiswa pada pagi hari di kampus,” ucapnya.
Sehabis jalan santai, kegiatan yang merupakan rangkaian dari Dies Natalis ke-36 STKIP Agama Hindu Amlapura kali ini juga meliputi tarik tambang, kemudian ada panco, junjung sokasi atau keben, dan ada juga lomba tiup balon, kata Wayan Dwija, menjelaskan.
Sementara Bupati Karangasem Gede Dana yang sekaligus juga merupakan alumni dari STKIP Agama Hindu Amlapura di hadapan para mahasiswa mengatakan, pihaknya ke depan akan bekerja sama dengan kampus atau sekolah perguruan di Bali, khususnya STKIP untuk memenuhi kekurangan guru di wilayah Kabupaten Karangasem.
“Kabupaten Karangasem kini masih mengalami kekurangan guru SD dan SMP yang sejumlahnya mencapai 1.500-an lebih. Jadi kami khawatir upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi kurang optimal. Maka saya akan mengambil langkah untuk bekerja sama dengan sekolah perguruan yang ada di Bali terutama STKIP,” ujarnya, menjelaskan.
Nantinya, lanjut Bupati Gede Dana, para mahasiswa secara bergilir setiap enam bulan melakukan praktik mengajar atau magang. Usai enam bulan, disambung yang lainnya, sehingga kekurangan guru untuk mendidik anak-anak di sekolah-sekolah di Karangasem dapat terpenuhi, ucapnya.
“Kemudian nanti juga bagi tamatan guru yang belum memiliki pekerjaan akan kami ajak kerja sama melalui kepala sekolah untuk mengurangi kekurangan guru, sehingga anak-anak kita nantinya mendapat pendidikan yang layak,” kata Bupati Gede Dana, menandaskan. (LE-Ami)







