Wabup Diar Harapkan Keunikan Tradisi yang Melekat Pada Komunitas Desa Harus Tetap Terjaga

Kegiatan pelatihan pengelolaan desa wisata di Hotel Pramana Zahlil Batur Kintamani (Foto: Dok Humas Pemkab Bangli)

Bangli, LenteraEsai.id – Wakil Bupati (Wabup) Bangli I Wayan Diar membuka pelatihan pengelolaan desa wisata di Hotel Pramana Zahlil Batur Kintamani pada Selasa (1/11) yang dihadiri Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli Ni Putu Ayu, serta Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Bali Made Mendra Astawa.

Pada pelatihan yang diisi dengan diskusi yang dimoderatori MD Andhi Supriatna itu, diikuti oleh puluhan peserta dari seluruh pengelola desa wisata se-Kabupaten Bangli, Bali.

Bacaan Lainnya

Wabup Wayan Diar menyampaikan, konsep desa wisata dapat diartikan sebagai suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku di suatu desa. Masyarakat lokal berperan penting dalam pengembangan desa wisata karena sumber daya dan keunikan tradisi dan budaya yang melekat pada komunitas desa tersebut dan merupakan unsur penggerak utama kegiatan desa wisata.

Dijelaskan Wabup Wayan Diar, Kabupaten Bangli memiliki 31 desa wisata yang ditetapkan dengan peraturan Bupati Bangli Nomor 4 tahun 2018. Desa wisata di Kabupaten Bangli kini mengalami peningkatan, dari tahun 2014 yang hanya berjumlah 22 desa wisata kemudian menjadi 25 desa wisata pada tahun 2015, dan meningkat jadi 27 desa wisata pada tahun 2016 serta terakhir menjadi 31 desa wisata pada tahun 2018 sampai sekarang ini.

Adapun kiat pengembangan desa wisata di Kabupaten Bangli yang disampaikan Wabup Wayan Diar yaitu dilatarbelakangi berkembangnya kualitas lingkungan masyarakat desa serta potensi kebudayaan dan wisata yang terdapat di masing-masing desa wisata, terpelihara dan terbinanya secara terus-menerus tata kehidupan, seni budaya masyarakat daerah dan masyarakat desa mampu memanfaatkan potensi lingkungan guna kepentingan wisata untuk peningkatan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Melalui pelatihan ini, para peserta yang merupakan pengelola desa wisata di Kabupaten Bangli diharapkan dapat merangsang guna meningkatan kesadaran masyarakat dan penduduk setempat akan pentingnya penataan dan pemeliharaan lingkungan sebagai usaha mempertahankan keberadaan potensi kebudayaan dan potensi wisata yang ada. Selain itu dapat memberi dorongan, motivasi dan menciptakan peluang kepada masyarakat sebagai pelaku, pekerja sekaligus pemilik usaha pariwisata di desa, ucapnya.

Tak lupa pada kesempatan itu atas nama Pemerintah Kabupaten Bangli, Wabup mengucapkan selamat kepada Desa Wisata Undisan yang telah mendapatkan juara umum 3 katagori desa wisata maju dalam ajang Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Sementara itu Sekdis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli Ni Putu Ayu dalam laporannya menyampaikan pelatihan pengelolaan desa wisata ini merupakan salah satu program pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata terutama pengelolaan desa wisata Kabupaten Bangli, di mana desa wisata merupakan aset penting dalam peningkatan kepariwisataan terutama pariwisata yang berbasis masyarakat yang diharapkan menjadi penggerak pariwisata di Kabupaten Bangli.

Adapun tujuan pelatihan pengelolaan desa wisata ini, menurut Sekdis Putu Ayu adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta kualitas dan profesionalitas pengelolaan desa wisata sehingga mampu menjadi unsur penggerak pariwisata di masa mendatang.

Sedangkan untuk pelatihan ini diikuti oleh para pengelola desa wisata yang ada di Kabupaten Bangli selama 3 hari yang dimulai tanggal 1 November sampai 3 November 2022 dengan kegiatan 2 hari materi dan 1 hari studi lapangan, kata Ayu, menyampaikan.  (LE-BL)

Pos terkait