Ditinggal Pergi Saat Dupa Masih Menyala, Sebuah Ruko di Subagan Terbakar

Karangasem, LenteraEsai.id – Ditinggal pergi pemiliknya saat dupa di pelangkiran masih menyala,, sebuah bangunan rumah toko (ruko) di Jalan Jeruk Lingkungan Tengah, Subagan, Karangasem terbakar pada Senin (24/10/2022) sekitar pukul 10.15 Wita.

Petugas yang turun ke tempat kejadian menduga penyebab kebakaran dengan asap membubung tinggi ke angkasa itu, ialah dupa yang dihaturkan saat ‘ngaturan canang’ berubah menjadi nyala api setelah menyulut benda yang mudah terbakar.

Bacaan Lainnya

Sang pemilik ruko, I Gusti Made Sumerta (65) mengaku rugi puluhan juta rupiah akibat kejadian tersebut, sebab ruko yang isinya beras, gula, dedak dan sandal dagangan, sebagian hangus diamuk si jago merah.

Gusti Sumerta juga mengaku tidak menyangka akan terjadi kebakaran,  sebab masalah menghaturkan canang beserta dupa di pelangkiran yang di bawahnya berisi tumpukan beras, sudah biasa dilakukannya setiap hari. Namun baru kali ini ia meninggalkan dan menutup rukonya dengan dupa yang tetap menyala, malah tak lama kemudian menimbulkan kobaran api.

Untungnya, kobaran api dengan cepat diketahui oleh tetangga yang kebetulan lewat di depan ruko korban. Tetangga korban berteriak minta tolong ketika mengetahui ada asap tebal mengepul di lantai dua bangunan ruko, di mana peristiwa ini lalu dengan cepat ditangani warga beserta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Karangasem yang menyusul tiba di lokasi.

“Kami perkirakan kerugiannya sekitar Rp35 juta. Ada gula, beras, dedak bahkan sandal ikut terbakar. Kerugian terbesar adalah beras, kurang lebih  1 ton gosong menghitam tidak bisa kami jual lagi. Untung sekitar 10 karung isi 25 kg, dapat terselamatkan,” kata Gusti Semerta.

Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem bersama warga, akhirnya dalam waktu yang tidak teregolong lama berhasil menjinakkan api yang berkobar cukup besar pada bagungunan berlantai dua itu setelah menyemprotkan lebih dari 5.000 liter air.

“Beruntung api dengan cepat bisa kami padamkan, sehingga sebagian besar bangunan ruko berukuran 16×9 meter beserta sebagian harta benda yang lain senilai 150 jutaan rupiah, bisa kami selamatkan,” ujar Kadis Damkartan Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah.

“Kami duga akibat lalai, meninggalkan dupa sehabis sembahyang yang kemudian jatuh mengenai benda yang mudah terbakar, sehingga terjadilah kebakaran. Semoga masyarakat lain lebih waspada ketika hendak menghaturkan dupa sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya, mengingatkan.  (LE-Ami)

Pos terkait