Kaji Isu di Masyarakat, Forum Angkringan Berdialog Bahas Topik ‘Siapkah Unud PTNBH?’

Bertempat di areal Kampus Unud Sudirman, forum Angkringan Berdialog kembali diselenggarakan dengan mengandeng Tim Komunikasi Publik PTNBH Unud, guna menyoroti rencana Unud dalam bertransformasi menuju PTNBH (Foto: Dok Humas Unud)

Denpasar, LenteraEsai.id – Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) merupakan isu sensitif di berbagai kalangan universitas negeri di seluruh Indonesia, tidak terkecuali di Universitas Udayana (Unud) Bali.

Persepsi publik tentang PTNBH pun cenderung negatif, misalnya PTNBH berimbas pada peningkatan Uang Kuliah Tunggal (UKT), atau mengarah pada topik komersialisasi pendidikan. Guna terhindar dari kesesatan informasi terkait PTNBH, maka Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unud menggelar diskusi dalam forum ‘Angkringan Berdialog’ yang mengangkat topik ‘Siapkah Unud PTNBH?’.

Bacaan Lainnya

Angkringan Berdialog merupakan agenda diskusi rutin yang diprakarsai oleh DPM Unud guna mengkaji beragam isu yang berkembang di tengah kehidupan bermasyarakat. Diskusi ini dikemas dengan santai, namun materi yang dibahas sangat serius dan aktual. Narasumber yang dihadirkan juga tidak kalah berkelas, meliputi akademisi, aktivis, praktisi, dan mahasiswa.

Melalui forum Angkringan Berdialog, DPM Unud berupaya meningkatkan kepekaan dan kemampuan berpikir kritis dari mahasiswa di lingkungan Unud dalam menyikapi isu-isu di tengah kehidupan bermasyarakat, salah satunya soal pendidikan.

Tertanggal 1 Oktober 2022, bertempat di areal Kampus Unud Sudirman Denpasar, forum Angkringan Berdialog kembali menyelenggarakan diskusi dengan mengandeng Tim Komunikasi Publik PTNBH Unud, guna menyoroti rencana Unud dalam bertransformasi menuju PTNBH.

Pada kesempatan tersebut hadir Prof Ir Nyoman Semadi Antara MP PhD (Ketua Tim Persiapan PTNBH Unud) dan Zidni Ferdinand (Perwakilan mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan Unud) untuk bersama-sama membahas beragam isu dan tantangan bagi Unud dalam bertransformasi menuju PTNBH.

Diskusi berjalan hampir 3 jam dan diikuti oleh berbagai mahasiswa dari semua fakultas yang ada lingkungan Unud. Diskusi dipandu oleh Fino Rihab selaku moderator hingga kegiatani dalam forum Angkringan Berdialog dapat berjalan dengan efektif.

Materi diskusi mengenai PTNBH sangat berimbang. Segenap isu positif dan isu negatif dibahas dan dikaji secara bersama-sama oleh para narasumber dan peserta diskusi. Secara garis besar, boleh jadi PTNBH mampu membawa Unud ke arah yang lebih baik dengan segenap otonomi yang akan dimilikinya kelak saat telah menyandang status PTNBH. Namun Unud sesungguhnya tidak boleh lengah dengan otonomi yang dimiliki. Jika salah dalam melaksanakan otonomi, maka hal ini akan berakibat fatal bagi keberlanjutan Unud sebagai lembaga pendidikan tinggi.

Tidak lupa, forum Angkringan Berdialog pun membahas soal komitmen terkait UKT. Di mana Unud senantiasa akan berjuang untuk menjaga agar nilai UKT tetap sama dan senantiasa bertanggug jawab dalam memberikan program beasiswa yang tepat sasaran bagi mahasiswa. Salah seorang peserta diskusi juga menambahkan, bahwa Unud juga dituntut untuk memberikan ruang bagi mahasiswa agar senantiasa ikut dalam upaya perumusan atau pengawasan terhadap segenap pelaksanaan kebijakan yang akan berlangsung di kemudian hari.

Di luar isu kemahasiswaan, pembahasan terkait PTNBH juga mengarah pada komitmen untuk mempertahankan kesejahteraan seluruh sivitas akademika di lingkungan Unud.

Sebagai penutup, para narasumber dan peserta diskusi bersepakat bahwa agenda diskusi mengenai isu PTNBH adalah hal penting yang wajib dilakukan secara berkelanjutan kepada semua unsur sivitas akademika di lingkungan Unud. Melalui forum diskusi, maka segenap sivitas akademika dipercaya akan memiliki cara pandang yang lebih baik dalam menilai transformasi Unud menuju PTNBH.  (LE-DP)

Sumber: www.unud.ac.id 

Pos terkait