Buleleng, LenteraEsai.id – Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali bagian utara, memanfaatkan lahan tidur menjadi kebun di tengah kota yang produktif dengan menghasilkan sayur-sayuran organik.
Kebun sayur tengah kota tersebut diberi nama ‘Singaraja Smart Agrocity’, di mana pada areal yang telah ‘diperteni’ ditanami berbagai sayuran dengan memanfaatkan sampah organik yang diolah menjadi kompos untuk memupuk sayuran yang bebas bahan kimia.
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana terjun memantau langsung dan berkesempatan memanen sayuran-sayuran yang ditanam di kebun ‘Singaraja Smart Agrocity’ pada Selasa (23/8).
Pada Rabu (24/8), Bupati Suradnyana datang kembali ke ‘Singaraja Smart Agrocity’ untuk memasak langsung sayur kangkung organik yang baru saja dipanen.
“Saya kemarin tertarik datang ke sini karena ini organik. Saat ini kita masak kangkung, dan masih banyak sayuran lain di sini. Saya ingin memberikan edukasi, dengan bumbu sederhana dapat menghasilkan makanan yang enak, dn tentunya sehat,” ucapnya.
Menurutnya, pemanfaatan lahan tidur untuk menjadi kebun yang menghasilkan berbagai sayuran organik ini, adalah terobosan yang luar biasa. Tidak hanya menghasilkan bahan makanan, namun juga bisa memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk kompos yang bermanfaat.
“Kita melihat apa yang dilakukan, memberikan manfaat yang banyak terhadap kebersihan, penggunaan kompos, dan penggunaan daur ulangnya. Semua jalan, juga kita mendapatkan sayur yang organik yang segar sehat,” ujar Suradnyana, tersenyum girang.
Lebih lanjut Suradnyana memaparkan, adanya kebun sayur di tengah kota seperti ini, berkontribusi terhadap upaya mencapai swasembada sayuran. Terlebih di tengah laju inflasi yang sedang menanjak, menanam lebih banyak sayuran sendiri, mengurangi permintaan dan kemudian menahan laju inflasi.
“Saya mengharapkan masyarakat menggunakan lahannya untuk menanam sendiri. Gunakan juga lahannya untuk pengolahan sampah organik menghasilkan kompos. Sehingga tidak banyak beli. Tentu akan berkontribusi menahan laju inflasi,” paparnya.
Ke depan, Bupati Suradnyana mengharapkan akan lebih banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi lahan produktif. Seperti apa yang dibuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melalui Singaraja Smart Agrocity ini. Sehingga lebih banyak lahan hijau di tengah kota.
“Saya mohon nanti ke Pak Sekda kalau nanti ada lahan yang bisa dijadikan seperti ini, dimintakan izin kepada pemiliknya, dikerjasamakan untuk bisa membuat suasana lebih hijau di tengah kota. Lahan Pemda juga bisa,” katanya, menegaskan.
Gede Melandrat selaku DLH menambahkan bahwa ‘Singaraja Smart Agrocity’ merupakan upaya cerdas untuk memberi edukasi kepada masyarakat bagaimana pemilihan sampah bisa menghasilkan banyak manfaat. Bagaimana cara mengolah sampah organik untuk menghasilkan pupuk organik. Dan kemudian bisa dipakai untuk menanam sayur. Minimal keluarga itu tidak membeli sayur, tidak membeli pupuk tapi memanfaatkan yang tersedia di sekitar.
“Apabila pemilahan ini bisa dilakukan pada sumber, tidak hanya efisien waktu dan biaya, bahkan memberikan manfaat pada ekonomi mikro yang ada pada keluarga,” ujarnya. (LE-BL1)







