Ketua YKI Bangli Pantau Kegiatan Deteksi IVA Test di Puskesmas Susut I dan II

Ketua YKI Cabang Bangli Ny. Suciati Diar saat memantau IVA Tes di Bangli. (Foto: Dok Humas YKI Bangli)

Bangli, LenteraEsai.id – Diawali perjalanan menuju Puskesmas Susut 2 yang dilanjukan ke Puskesmas Susut 1, kehadiran Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Bangli Ny  Suciati Diar didampingi Camat Susut dan tim dari Dinas Kesehatan pada Selasa (23/8/), disambuat antusias oleh peserta IVA Test.

Ketua YKI Cabang Bangli Ny Suciati Diar menyampaikan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas yang ada di Kabupaten Bangli untuk mengadakan program deteksi dini mulut rahim atau IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) Test yang kini tengah digencarkan.

Bacaan Lainnya

Program ini dilakukan untuk pencegahan atau sebagai upaya prefentif lebih dini mengenali tanda-tanda atau gejala kanker mulut rahim bagi kaum ini di masyarakat, yaitu dengan cara tes IVA, Inspeksi Visual Asam Asetat, ujarnya.

Lebih lanjut Ny Suciati menyampaikan, dari pantauan yang dilaksanakan hari ini terhadap sasaran 25 orang di Puskesmas Susut 2, dan 18 orang Puskesmas Susut 1, Astungkara hasilnya semua baik.

Dengan sinergitas pihak terkait ke depannya, program ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan tentunya peran partisipasi masyarakat untuk lebih sadar dan meningkat untuk melakukan pencegahan deteksi dini terkait kanker mulut rahim ini, ucapnya, menandaskan.

Tak lupa pula disampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak khususnya Puskesmas Susut 1 dan 2, serta para peserta dan segenap pihak yang membantu memfasilitasi terselenggaranya kegiatan pada hari ini. “Ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati. Semoga kita semua sehat terhindar dari penyakit apapun.” katanya, mengharapkan.

Sementara itu salah satu peserta IVA Test, I Nengah Nurasih mengucapkan terima kasih kepada YKI Cabang Bangli karena dengan adanya kegiatan ini dirinya bersama peserta lain tahu akan kondisi yang sebenarnya pada diri masing-masing, apakah sehat atau terdeteksi mengidap kanker mulut rahim.

“Syukur di kami tidak ada, dan program ini diharapkan terus berkelanjutan untuk mengantisipasi penyakit demi kesehatan masyarakat Bangli ke depan,” ucapnya di sela-sela kegiatan.  (LE-BG)

Pos terkait